Kamis, 18 Jun 2026 01:13 WIB

Asa Para Nelayan Muncar Banyuwangi di Tengah Loyonya Tangkapan Ikan

Kapal-kapal nelayan di Muncar, Banyuwangi (Foto: Eko Purwanto/jatimnow.com)
Kapal-kapal nelayan di Muncar, Banyuwangi (Foto: Eko Purwanto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Ketidakpastian tangkapan ikan terus membayangi para nelayan di Muncar, Banyuwangi. Hampir setahun ini mereka terpaksa menelan kerugian, lantaran tangkapan ikan loyo.

Basit (45), pemilik kapal mengaku bahwa tangkapan ikan terus menurun sejak setahun belakangan. Dari yang semula 4 hingga 5 ton ikan, menyusut di angka 1 ton.

Baca Juga: Warning BMKG, Gelombang 4 Meter Ancam Perairan Selatan Jatim 2-5 Juni 2026

"Sekarang paling bagus 1 ton. Itu rezeki nomplok. Dulu, sekali jalan bisa lebih dari 5 ton, bahkan bisa tembus hingga 10 sampai 15 ton," ungkap Basit kepada jatimnow.com, Senin (13/3/2023).

Menurut Basit, kondisi itu tidak bisa menutup biaya operasional sekali jalan. Dijelaskannya, sekali jalan menghabiskan dana hingga Rp12 juta.

"Dana operasional sekali jalan itu antara Rp10 sampai Rp12 juta. Termasuk biaya BBM, perbekalan, dan gaji para ABK," bebernya.

Sehingga, lanjut Basit, bila dalam sekali berangkat hanya mendapat 1 ton ikan, dipastikan dirinya bakal merugi. Karena, 1 ton ikan hanya akan mendapatkan uang berkisar Rp3 juta.

"Setelah dipotong biaya operasional lain termasuk kuli angkut ikan dan transportasi menuju pabrik, uang yang didapat dari 1 ton ikan berkisar Rp3 sampai Rp5 juta. Itu kalau dapat. Seringkali pulang gak bawa ikan dan terpaksa menginap di tengah laut menunggu ikan datang. Lebih sering dapat di bawah satu ton sekarang ini," ungkapnya.

Kendati begitu, Basit mengaku terpaksa tetap melaut demi menghidupi para ABK-nya. Tercatat ada 30 ABK yang menggantungkan hidup pada kapalnya.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

"Kasian (anak buah) saya jika tak melaut. Mereka mau makan apa. Ya terpaksa saya berhutang untuk menambal operasional selama ini. Mereka sudah seperti keluarga bagi saya," ujar dia.

Senada, Suhdi (50), pemilik perahu selerek, turut merasakan dampak ekonomi akibat penurunan tangkapan ikan yang cukup signifikan. Alih-alih berhenti karena merugi, Suhdi justru terus mendayung perahu selereknya demi menghidupi para ABK.

"Ya mau gimana lagi. Gak melaut rugi, melaut rugi. Yang saya pikir hanyalah nasib para ABK. Kalau gak melaut mereka mau makan apa," ujar Suhdi.

Selain terus merugi, Suhdi dan nelayan lain turut dibayangi biaya penyusutan kapal. Di mana mesin dan jaring tangkap ikan rutin harus diperbaiki.

Baca Juga: Pos Basarnas Trenggalek Evakuasi Nelayan Asal Situbondo yang Ditemukan Terapung

Untuk biaya perbaikan diambilkan dari hasil tangkapan ikan. Namun, seiring tangkapan ikan loyo, Suhdi menyebut biaya perbaikan perahu selereknya diambilkan dari pendanaan jalur kredit.

"Hutang mas. Entah dari bank atau teman. Kalau gak diperbaiki ya gak bisa melaut nanti. Rugi pun tetap jalan mas, mau kerja apa sekarang. Penting bisa ngasi makan anak buah saya," tandasnya.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.