Kamis, 18 Jun 2026 08:11 WIB

Kisah Kesetiaan Sarang Semut dan Pohon Dewandaru yang Nyata di Banyuwangi

Mbah Mus menunjukkan sarang semut raksasa di dalam rumahnya (Foto: Eko Purwanto/jatimnow.com)
Mbah Mus menunjukkan sarang semut raksasa di dalam rumahnya (Foto: Eko Purwanto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Keanehan dirasakan Musringah (90), warga Dusun Gunungsari, Desa/Kecamatan Bangorejo, Kabupaten Banyuwangi ketika mendapati sarang semut dan Pohon Dewandaru muncul bersamaan di rumahnya.

Lambat laun, sarang semut dan Pohon Dewandaru semakin hari tumbuh secara cepat, dan tidak dapat dipisahkan layaknya pasangan yang dimadu kasih.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Mbah Mus-sapaan akrab nenek Musringah bercerita awal mula kemunculan sarang semut dan Pohon Dewandaru, yang kini jadi penghuni lain dan teman tidurnya.

"Itu sudah ada di sana sejak Tahun 1990. Semakin hari semakin membesar. Keduanya tumbuh beriringan," ujar Mbah Mus, Sabtu (11/3/2023).

Singkat cerita, Mbah Mus menyebut bahwa sebelum kemunculan rumah semut itu, mendiang suaminya, Mbah Kasiman sempat didatangi seorang perempuan Jawa dalam mimpinya.

"Mendiang suami dulu dapat mimpi didatangi perempuan berpakaian Jawa zaman dulu yang katanya mau bersemayam di rumahnya," tuturnya.

Karena dianggap sebagai bunga tidur, mimpi tersebut tidak diindahkan oleh sang suami.

"Sama Mbah Kasiman dibiarkan dan kemudian muncul pundung (sarang semut) itu yang semakin membesar," terang Mbah Mus.

Beberapa hal tak masuk akal juga kerap terjadi di rumah semut raksasa itu. Di dekatnya kerap muncul pusaka-pusaka yang entah datang dari mana.

"Dulu, waktu masih sering ditabur bunga di sekitar pundung, ada pusaka berwujud keris yang muncul," imbuhnya.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

Namun, baik Mbah Mus maupun Mbah Katiman tidak pernah mengambilnya dan memilih menyerahkannya pada orang yang ingin merawatnya.

"Tidak pernah diambil, untuk orang lain saja," ujar dia.

Hal di luar nalar selanjutnya adalah pernah terjadi pada Pohon Dewandaru yang tumbuh sekitar satu meter dari rumah semut itu.

"Saat ukurannya masih kecil, sekitar 50 sentimeter, pohon itu pernah dipindah sama Mbah Katiman ke belakang rumah," sambung Mbah Mus.

Katanya, Mbah Katiman memindahkan Pohon Dewandaru itu dengan harapan kelak bisa dibuat peneduh di halaman belakang rumahnya.

Baca Juga: Banyuwangi Jadi Pilot Project, PTPN I Tanam 10 Ribu Kelapa Genjah demi Hilirisas

Namun, sehari setelah dipindahkan, Pohon Dewandaru itu malah kembali ke posisi sebelumnya, yaitu dekat rumah semut.

"Kata orang dulu, pohon itu teman dari pundung itu, jadi tidak mau dipindahkan posisinya," imbuhnya.

Kini, Pohon Dewandaru tumbuh rindang dengan buahnya yang berwarna merah.

Sementara rumah semut diperkirakan berdiameter satu meter, dengan tinggi kurang lebih 90 sentimeter.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.