Minggu, 21 Jun 2026 10:26 WIB

Kumandang Azan 'Penyelamat' 2 Bocah Banyuwangi yang Mandi di Saluran Irigasi

Suroso dan Poniyem, kakek nenek yang nyaris kehilangan dua cucunya yang turut mandi bersama korban Nando (Foto: Eko Purwanto/jatimnow.com)
Suroso dan Poniyem, kakek nenek yang nyaris kehilangan dua cucunya yang turut mandi bersama korban Nando (Foto: Eko Purwanto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Tewasnya bocah bernama Nando kristian (10) di saluran irigasi Banyuwangi masih menyisakan keprihatinan bagi kakek nenek yang dua cucunya selamat dari petaka itu.

Kakek nekek itu bernama Suroso (70) dan Poniyem (60). Saluran irigasi Dusun Temurejo, Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, tempat korban tewas itu berada tepat di depan rumah pasangan suami istri ini.

Baca Juga: 2 Pelajar Tewas Tenggelam di Ranu Betok Probolinggo

Mereka nyaris kehilangan dua cucu, yaitu Bahtiar (7) dan Habib (5), yang saat itu sempat mandi dan berenang bersama korban Nando dan satu temannya yang lain.

"Gusti paringi selamet (memberikan keselamatan) mas. Pas kejadian dua cucu saya juga ikut berenang bareng korban dan temannya," ungkap Suroso, Jumat (10/3/2023).

Suroso mengungkap, saat mendengar kumandang azan asar, kedua cucunya berhenti berenang dan keluar dari aliran irigasi itu.

"Cucu saya itu aktif azan di masjid dekat sini. Dengar azan langsung mentas (keluar) dari air," ungkapnya.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Suroso mengaku baru mengetahui kabar anak tetangganya itu tenggelam, usai pulang berladang. Dirinya kaget ketika melihat banyak orang bergerombol dan ada petugas kepolisian di dekat rumah.

"Pas saya tanyakan ternyata ada anak tenggelam. Setelah saya cari kedua cucu saya berada di masjid," beber dia.

Sementara informasi yang dihimpun jatimnow.com, saluran irigasi tempat anak-anak itu berenang memang dikenal sebagai favorit remaja kampung untuk mandi.

Baca Juga: Nekat Memancing di Bawah Jembatan Suramadu, Mustofa Tewas Terseret Arus Pasang

Tak hanya remaja setempat, saluran irigasi persawahan itu kerap dikunjungi remaja luar desa, untuk sekedar membasuh badan atau menikmati sensasi mandi di air bendungan.

Selain arusnya tenang, tinggi air di bendungan itu sekepala orang dewasa.

"Banyak yang senang mandi di sini. Airnya tenang, jernih dan segar jika pagi hari. Terus, ada bendungan yang digunakan untuk arena lompatan," sambung Poniyem.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.