Jumat, 12 Jun 2026 10:00 WIB

Warga Binaan Lapas Banyuwangi Diwisuda Lulus Ujian Baca Al Quran

Kalapas Kelas II A Banyuwangi, Wahyu Indarto di sela wisuda warga binaan. (foto: Eko Purwanto/jatimnow.com)
Kalapas Kelas II A Banyuwangi, Wahyu Indarto di sela wisuda warga binaan. (foto: Eko Purwanto/jatimnow.com)

jatimnow - Sebanyak 52 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Banyuwangi dinyatakan lulus ujian dalam pembelajaran membaca Al Qur'an. Warga binaan ini dinyatakan lulus setelah melakukan serangkaian ujian mengaji melalui metode Yanbu'a.

Wisuda itu diberikan sebagai apresiasi kepada warga binaan yang telah berjuang ekstra untuk bisa membaca Al-Quran, selama menjalani sisa hukuman di dalam tahanan.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Kalapas Kelas II A Banyuwangi, Wahyu Indarto mengatakan proses belajar para warga binaan terbilang cukup cepat. Menurutnya warga binaan wajib mengikuti pelajaran selama satu bulan penuh dan melakoni ujian selama dua kali.

“Tes awal menuju ikhtibar santri diikuti 102 warga binaan, dengan 54 di antaranya dinyatakan layak mengikuti ikhtibar santri,” katanya, Selasa (07/03/2023).

Kendati demikian, Wahyu menyebut masih ada dua warga binaan yang dinyatakan belum lulus. Oleh karenanya, akan mengulang ujian pada kesempatan berikutnya.

“Untuk dua orang yang belum lulus, akan kami beri kesempatan mengikuti kembali pada gelombang selanjutnya dengan santri-santri baru,” ucapnya.

Baca Juga: Lomba Pioneering Latih Kekompakan dan Mental Santri Nurul Jadid

Ke depan, pihaknya akan terus melakukan pengembangan program pembinaan warga binaan, khususnya yang berbasis pondok pesantren.

“Semangat ini kami buktikan dengan cara melakukan kerja sama dengan berbagai stakeholder di Kabupaten Banyuwangi,” imbuhnya.

Kegiatan pembinaan ini memiliki tujuan untuk meningkatkan pembinaan mental spiritual dalam hal membaca Al-Quran. Sekaligus upaya memerangi buta aksara, dan mengubah tingkah laku warga binaan ke arah yang lebih baik.

Baca Juga: Pesan Kiai Zuhri Zaini, Mengapa Beragama Tak Cukup Hanya Modal Cerdas?

“Serta mengurangi jumlah residivis dan sebagai wadah penobatan atas pelanggaran hukum yang telah diperbuat,” urainya.

Pada kesempatan itu, turut dilakukan pengukuhan santri secara simbolis oleh Kabid Pendidikan Masyarakat Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi, Nuriyatus Sholeha.

Pendampingan juga dilakukan oleh perwakilan dari Kemenag Banyuwangi dan Ketua Lajnah Muroqobah Yanbu'a Banyuwangi.

 
Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.