Rabu, 22 Jul 2026 04:26 WIB

Pesan Kiai Zuhri Zaini, Mengapa Beragama Tak Cukup Hanya Modal Cerdas?

  • Penulis : Ali Masduki
  • | Minggu, 10 Mei 2026 17:31 WIB
Pesantren tetap mampu menjadi benteng moral di tengah perubahan zaman. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)
Pesantren tetap mampu menjadi benteng moral di tengah perubahan zaman. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

jatimnow.com - Maraknya teknologi kecerdasan buatan atau AI yang mampu memanipulasi informasi membuat pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH. Moh. Zuhri Zaini, mengingatkan pentingnya menjaga sanad keilmuan dalam memahami agama.

Pesan tersebut disampaikan saat menerima kunjungan Yayasan Pesantren Nurul Ulum Bondowoso di Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, Minggu (10/5). Menurutnya, kepintaran tanpa bimbingan guru berisiko menyeret seseorang pada pemahaman yang keliru.

Baca Juga: Bantu Tunanetra, Mahasiswa Unair Gagas Kacamata Pintar Pendeteksi Luka Darurat

“Ada orang yang hanya bermodalkan kepintaran lalu berani menentang para imam mujtahid. Sikap seperti itu terlalu percaya diri,” ujar Kiai Zuhri.

Ia mencontohkan munculnya pemahaman agama yang dangkal di tengah masyarakat. Salah satunya anggapan bahwa seseorang cukup “ingat Allah” tanpa perlu menjalankan salat.

Kiai Zuhri menilai sanad keilmuan berfungsi sebagai penyaring kebenaran, terutama di era digital ketika informasi begitu mudah dimanipulasi.

Teknologi AI, kata dia, bahkan sudah mampu membuat video palsu yang menyerupai wajah presiden maupun tokoh agama.

Baca Juga: Lomba Pioneering Latih Kekompakan dan Mental Santri Nurul Jadid

Karena itu, masyarakat diminta kembali menghidupkan tradisi tabayyun atau verifikasi sebelum mempercayai sebuah informasi. Rujukan terhadap guru dan otoritas keilmuan yang jelas juga dinilai semakin penting.

“Kalau tidak hati-hati, orang bisa mudah percaya pada informasi yang belum tentu benar,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kiai Zuhri juga mengingatkan para pengajar agar meluruskan niat dalam belajar maupun mengajar.

Baca Juga: Unusa Gandeng KCGI Jepang Garap Sistem Kuliah Berbasis AI

Baik ilmu agama maupun ilmu umum, menurutnya, harus diarahkan sebagai bekal kehidupan sekaligus jalan menuju akhirat.

“Belajar dan mengajar apa pun, niatnya harus benar dan diorientasikan untuk akhirat,” tuturnya.

Ia berharap pesantren tetap mampu menjadi benteng moral di tengah perubahan zaman. Bukan hanya melahirkan santri yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat sesuai tuntunan Rasulullah SAW.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.