Sabtu, 06 Jun 2026 17:25 WIB

Pesan Kiai Zuhri Zaini, Mengapa Beragama Tak Cukup Hanya Modal Cerdas?

  • Penulis : Ali Masduki
  • | Minggu, 10 Mei 2026 17:31 WIB
Pesantren tetap mampu menjadi benteng moral di tengah perubahan zaman. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)
Pesantren tetap mampu menjadi benteng moral di tengah perubahan zaman. (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

jatimnow.com - Maraknya teknologi kecerdasan buatan atau AI yang mampu memanipulasi informasi membuat pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH. Moh. Zuhri Zaini, mengingatkan pentingnya menjaga sanad keilmuan dalam memahami agama.

Pesan tersebut disampaikan saat menerima kunjungan Yayasan Pesantren Nurul Ulum Bondowoso di Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, Minggu (10/5). Menurutnya, kepintaran tanpa bimbingan guru berisiko menyeret seseorang pada pemahaman yang keliru.

Baca Juga: Lomba Pioneering Latih Kekompakan dan Mental Santri Nurul Jadid

“Ada orang yang hanya bermodalkan kepintaran lalu berani menentang para imam mujtahid. Sikap seperti itu terlalu percaya diri,” ujar Kiai Zuhri.

Ia mencontohkan munculnya pemahaman agama yang dangkal di tengah masyarakat. Salah satunya anggapan bahwa seseorang cukup “ingat Allah” tanpa perlu menjalankan salat.

Kiai Zuhri menilai sanad keilmuan berfungsi sebagai penyaring kebenaran, terutama di era digital ketika informasi begitu mudah dimanipulasi.

Teknologi AI, kata dia, bahkan sudah mampu membuat video palsu yang menyerupai wajah presiden maupun tokoh agama.

Baca Juga: Unusa Gandeng KCGI Jepang Garap Sistem Kuliah Berbasis AI

Karena itu, masyarakat diminta kembali menghidupkan tradisi tabayyun atau verifikasi sebelum mempercayai sebuah informasi. Rujukan terhadap guru dan otoritas keilmuan yang jelas juga dinilai semakin penting.

“Kalau tidak hati-hati, orang bisa mudah percaya pada informasi yang belum tentu benar,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kiai Zuhri juga mengingatkan para pengajar agar meluruskan niat dalam belajar maupun mengajar.

Baca Juga: Pesan Kiai Zuhri Zaini, Alasan Logis Mengapa Makan Harus Pakai Tangan Kanan

Baik ilmu agama maupun ilmu umum, menurutnya, harus diarahkan sebagai bekal kehidupan sekaligus jalan menuju akhirat.

“Belajar dan mengajar apa pun, niatnya harus benar dan diorientasikan untuk akhirat,” tuturnya.

Ia berharap pesantren tetap mampu menjadi benteng moral di tengah perubahan zaman. Bukan hanya melahirkan santri yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat sesuai tuntunan Rasulullah SAW.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.