Kamis, 18 Jun 2026 01:28 WIB

Tips Penulisan Jurnal Internasional Bereputasi ala Dosen Sistekin Untag Surabaya

Focus Group Discussion (FGD) Internasionalisasi Jurnal - Rumah Jurnal Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura 2023. (Foto: DSI for jatimnow.com)
Focus Group Discussion (FGD) Internasionalisasi Jurnal - Rumah Jurnal Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura 2023. (Foto: DSI for jatimnow.com)

jatimnow.com - Siti Mutrofin, menjadi salah satu narasumber kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Internasionalisasi Jurnal - Rumah Jurnal Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura 2023.

Siti Mutrofin adalah Editor in Chief Journal of Information Technology and Cyber Security sekaligus Dosen Sistem dan Teknologi Informasi Untag Surabaya,

Baca Juga: Mahasiswa UNTAG Surabaya Bantu UMKM Mojo Urus Legalitas dan Go Digital

Kegiatan tersebut bertujuan untuk mendesain beberapa kajian mengenai publikasi ilmiah di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI). Serta memberikan masukan dari para pengelola jurnal untuk menerjemahkan program dalam kebijakan strategis Peningkatan Kapasitas Editor Pengelolaan Jurnal Menuju Internasional Bereputasi.

Diketahui peserta FGD tidak hanya internal IAIN Madura namun juga dari beberapa perguruan tinggi di Sumenep.

“Sebelumnya, pada 2 April 2021 saya juga pernah diminta untuk mendampingi jurnal IAIN Madura untuk maju ke Scopus, yaitu jurnal AL-IHKAM: Jurnal Hukum & Pranata Sosial. Alhamdulillah berhasil tembus terindeks Scopus pada 10 Agustus 2021. Editor in Chief Al Ihkam yaitu Bapak Dr. Erie Hariyanto, S.H., M.H juga salah satu mahasiswa alumni S3 di Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya,” pungkas Mutforin melalui siaran tertulis, Senin (6/3/2023).

Pada pemaparan materi, Mutrofin menekankan prinsip ATM (Amati Tiru Modifikasi) dalam membedah jurnal terbitan IAIN Madura yakni jurnal OKARA dan Jurnal Iqtishadia.

Baca Juga: Untag Surabaya Paparkan Strategi Internasionalisasi Kampus Swasta di Forum Pendidikan Global Tiongkok

“Tips untuk memajukan jurnal ilmiah menjadi terindeks internasional antara lain ikuti pedoman akreditasi jurnal terbaru yang diterbitkan oleh Arjuna Kemdikbud, ikuti standar Directory of Open Access Journals (DOAJ), ikuti pedoman COPE: Committee on Publication Ethics, dan ikuti standar Scopus dan Web of Science,” paparnya

Mutrofin menandaskan bahwa jika memahami teori saja tidak cukup, penulis pemula tidak dapat melewatkan praktik dan mengaplikasian guna memahami setiap detail kepenulisan karya ilmiah.

“Jangan ragu untuk mengirim naskah ke jurnal bagus, walaupun ditolak biasanya kita akan dapat komentar yang membangun yang kita bisa merevisinya dan bisa kita kirim ke jurnal yang kualitasnya dibawahnya tetapi kualitasnya masih bagus. Jangan khawatir jika kita tidak memiliki keahlian tertentu seperti Bahasa Inggris, karena menulis artikel yang akan kita terbitkan di jurnal internasional kita bisa menyewa seorang translator dan/atau proofreader,” papar dia.

Baca Juga: Kampus Turun Gunung atau Sekadar Dipanggil Saat Perlu?

Dia mengungkapkan, dalam melakukan penelitian akan lebih maksimal jika sesuai kaidah penulisan ilmiah dari sumber yang valid dan perbanyak membaca referensi.

“Rajin-rajin membaca referensi sesuai yang kita tekuni dari jurnal ternama terutama dari penerbit popular, agar terbiasa dengan gaya penulisan ilmiah dengan standar internasional, sering banyak latihan menulis agar terbiasa. Tidak ada yang besar sebelum kita memulai hal yang kecil secara konsisten. Karena setiap momen pasti ada ilmu yang baru yang kita dapatkan dari pengalaman,” tutup Mutforin.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.