Jumat, 19 Jun 2026 18:10 WIB

Warga Tulungagung Jemur Baju di Jaringan Listrik, Komentar PLN Tegas!

Warga Tulungagung menjemu baju di kabel listrik yang bisa membahayakan orang lain. (foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Warga Tulungagung menjemu baju di kabel listrik yang bisa membahayakan orang lain. (foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Warga Desa Beji, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung melakukan aksi nekat. Diketahui jika Warga tersebut menjemur baju di kabel listrik milik PLN.

Sementara kabel tersebut bermuatan listrik ini bisa membahayakan diri sendiri atau orang lain. Kabel listrik di lokasi itu sengaja diikatkan satu sama lain, dengan menambahkan kaleng di beberapa titik untuk membatasi jarak antar-pakaian untuk memudahkan saat menjemur.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Manajer ULP PLN Rayon Tulungagung, Resma Dwida Pantri mengatakan, pihaknya telah menerima laporan terkait aksi menjemur pakaian di kabel listrik. Informasi itu sudah disampaikan kepada tim Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) PLN.

Namun sejauh ini belum bisa langsung ditangani, karena di saat bersamaan masih ada laporan gangguan listrik di lokasi lain.

"Sudah saya sampaikan ke tim kami di lapangan. Kalau sudah longgar, tim akan merapat ke lokasi, karena saat ada laporan gangguan jaringan di wilayah lain," ujarnya, Senin (06/05/2023).

Menurutnya kabel yang digunakan untuk menjemur pakaian ini memiliki tegangan rendah, yakni 220 Volt. Meskipun begitu aksi menjemur pakaian ini tetap tidak boleh dilakukan.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Karena hal tersebut dapat membahayakan dan menyebabkan gangguan listrik. Tim K3 akan melakukan pembinaan dan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang bahaya melakukan kegiatan seperti apapun di sekitar jaringan, termasuk menjemur baju di jaringan listrik.

"Memang itu kabel tegangan rendah, cuma 220. Tapi tetap saja itu tidak boleh, karena berbahaya," tuturnya.

Berdasarkan data dari PLN Tulungagung, gangguan saluran listrik untuk residensial dalam tiga bulan terakhir sebagian besar disebabkan oleh keberadaan pohon di sekitar jaringan.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Daun dan ranting pohon yang tumbuh di sekitar jaringan listrik bisa menyebabkan gangguan hingga pemadaman listrik yang disalurkan ke rumah pelanggan.

"Kalau awal tahun ini bukan layang-layang, tapi pohon. Untuk jumlah gangguannya sampai puluhan, makanya kita juga melakukan pemangkasan dan merapikan ranting, terutama di sekitar jaringan listrik milik PLN," pungkasnya.

 
Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.