Kamis, 18 Jun 2026 09:56 WIB

Buka Festival Tumpeng Sewu 2018, Wabup Yusuf: Ini Favorit Wisatawan

  • Penulis :
  • | Senin, 13 Agu 2018 11:19 WIB
Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko saat membuka Festival Tumpeng Sewu 2018/Foto: istimewa
Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko saat membuka Festival Tumpeng Sewu 2018/Foto: istimewa

jatimnow.com – Untuk yang kesekian kalinya Festival Tumpeng Sewu 2018 digelar Banyuwangi. Tumpeng sewu kini tak hanya sebuah ritual adat, namun gelaran ini kini menjadi atraksi wisata Banyuwangi yang diminati wisatawan.

Festival Tumpeng Sewu digelar masyarakat Desa Kemiren, Minggu malam (12/8/2018). Festival ini dibuka Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko. Ia mengatakan event ini tak lagi menjadi sebuah ritual, namun sudah menjadi atraksi yang menarik bagi wisatawan.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

“Makanya pemerintah terus konsisten mengangkat event ini dalam sebuah festival. Mudah-mudahan gelaran ini juga bisa mengangkat ekonomi masyarakat Kemiren,” kata Wabup.

Tumpeng sewu ini, lanjut dia, merupakan simbol masyarakat yang hidup rukun, guyup dan saling bergotong royong. Kekhasan semacam ini banyak diminati wisatawan.

“Ditambah lagi keramah tamahan masyarakatnya, event ini menjadi favorit bagi para wisatawan,” ujarnya.

Sejak sore, warga Kemiren telah menggelar tikar di depan rumahnya masing-masing untuk persiapan gelaran event ini. Masyarakat pun duduk bersila sambil meninkmati tumpeng sewu. Sementara jalan menuju Desa Adat Kemiren, mulai pukul 17:00 Wib telah ditutup.

Pada event ini, ribuan masyarakat dari berbagai penjuru desa maupun wisawatan hadir di desa Kemiren. Mereka akan sama-sama menikmati ribuan Tumpeng Sewu yang disajikan berderet-deret di sepanjang jalan desa.

Mereka datang tak hanya ingin ikut makan tumpeng, namun ingin melihat secara lengkap ritual Tumpeng Sewu itu.

Sementara itu, salah satu Turis asal Prancis Emma Radenac (30) mengaku datang bersama suaminya Regis Souris lebih awal ke Desa Kemiren agar bisa melihat ritual Tumpeng Sewu.

“Ini sangat menajubkan. Semua orang membuat tumpeng untuk dimakan bareng-bareng,” ujarnya.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

Selain melihat ritual, Emma pun juga diajak makan bersama. Lagi-lagi dia pun memuji masakan khas Using ini. “Sangat enak dan lezat. Ini rasanya hampir tiada duanya,” kata Turis yang telah dua hari di Banyuwangi ini.

Baru sekitar pukul 18.30 Wib atau usai sholat Magrib, ritual ini mulai dilangsungkan. Usai dibacakan doa, ritual ini dimulai. Di bawah temaram api obor, semua orang duduk dengan tertib bersila di atas tikar maupun karpet yang tergelar di depan rumah.

Di hadapannya, tersedia tumpeng yang ditutup daun pisang. Dilengkapi lauk khas warga Kemiren, pecel pithik dan sayur lalapan sebagai pelengkapnya.

Menurut Suhaimi, sesepuh Desa Kemiren, Tumpeng Sewu merupakan tradisi adat warga Using, suku asli masyarakat Banyuwangi, yang digelar sebelum Idul Adha. Sebelum makan tumpeng sewu, warga akan diajak berdoa agar desanya dijauhkan dari segala bencana, dan sumber penyakit, karena ritual tumpeng sewu diyakini merupakan selamatan tolak bala.

Setiap rumah warga Using di Kemiren mengeluarkan minimal satu tumpeng yang diletakkan di depan rumahnya. Pagi harinya sebelum dimulai selamatan masal, warga telah melakoni ritual mepe kasur.

Baca Juga: Banyuwangi Jadi Pilot Project, PTPN I Tanam 10 Ribu Kelapa Genjah demi Hilirisas

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata MY Bramuda menambahkan, dengan gelaran dan sejumlah atraksi sampai saat ini, wisatawan yang berkunjung ke Banyuwangi terus meningkat.

Pada 2017, wisatawan mancanegara mencapai 99 ribu, meningkat dibanding 2016 yang hanya 77 ribu. Sementara wisatwan domestik sejumlah 4,9 juta juta orang pada tahun 2017 dan tahun 2016 hanya 4 juta orang. 

Untuk mendukung kunjungan tersebut, sepanjaang tahun 2018 ini ada 77 festival. Sedangkan insfrastruktur pendukung, kini telah ada 9 hotel bintang tiga dan empat. 750 rumah makan, 845 homestay, 58 destinasi wiasata.

Penulis/editor: Arif Ardianto

 

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.