Jumat, 19 Jun 2026 03:33 WIB

Kiat Pengrajin Kayu Kota Batu Bertahan Digempur Produk Plastik Impor

Pengrajin kayu di Kota Batu. (Foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)
Pengrajin kayu di Kota Batu. (Foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)

jatimnow.com - Jumlah UMKM pengrajin kayu di Kota Batu menyisahkan hanya 35 usaha saja. Mereka juga terpusat di Dusun Rejoso, Desa Junrejo. Setiap tahun jumlah pengrajin terus merosot.

Koordinator UMKM setempat, Sukirno (55) mengatakan, sekitar tahun 2010 lalu, jumlah UMKM di wilayahnya mencapai 90 usaha. Menurutnya, jumlah usaha yang terus menurun hampir setiap tahun disebabkan beberapa hal.

Baca Juga: Mahasiswa UNTAG Surabaya Bantu UMKM Mojo Urus Legalitas dan Go Digital

"Mulai tahun 1960, masyarakat sini sudah membuat peralatan dapur seperti cobek, entong, talenan dan lainnya. Tapi yang bertahan, mereka yang bisa beradaptasi dengan pasar, artinya ini terkait inovasi," katanya, Sabtu (25/2/2023).

Seperti usaha kriya kayu miliknya yang tidak hanya memproduksi peralatan dapur saja. Tetapi, usahanya yang sudah berdiri sejak 1997 itu juga menerima pesanan sesuai kebutuhan konsumen.

"Kemajuan teknologi, banyak barang-barang impor masuk, seperti dari Tiongkok, itu peralatan dapur bisa berganti dari kayu ke plastik, dan jumlahnya banyak, murah. Kalau kita bertahan di alat dapur, pasarnya sudah kalah, maka harus berinovasi," katanya.

Baca Juga: Kisah Pelaku UMKM Ring Satu Melejit Berkat Program Lontar Petrokimia Gresik

Kini, usahanya rata-rata bisa mengerjakan 500 produk kriya kayu dalam waktu seminggu. Hasil produk inovasinya seperti kotak tisu, kotak perhiasan, tempat piring, tempat pisau, tempat pajangan produk, asbak dan lainnya.

Harganya mulai dari puluhan hingga ratusan ribu rupiah. Saat ini, Sukirno memiliki 25 pegawai yang membantu usahanya itu.

"Pesanan itu biasanya dari pengusaha, perhotelan, ada yang dari Jawa Timur, Jakarta, Bali, ini ada yang lagi pesan tempat untuk display produk dari Tiongkok," katanya.

Baca Juga: Gerai UMKM Segera Dibangun di Kawasan Gereja Merah Probolinggo

Lebih lanjut, saat ini selain sektor kriya, di Dusun Rejoso juga terdapat sekitar 50 persen dari usaha yang ada bergerak dalam olahan makanan dan minuman. Selain itu, di wilayah tersebut juga menjadi wisata edukasi kriya.

"Sebulan ada saja yang datang, tiga sampai empat kali, yang datang rombongan biasanya," tutupnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.