Kamis, 11 Jun 2026 05:28 WIB

Pelajar di Pacitan Menantang Bahaya Menuju Sekolah

Para siswa berangkat sekolah menantang bahaya lewati material longsor. (Foto: Doyok for jatimnow.com)
Para siswa berangkat sekolah menantang bahaya lewati material longsor. (Foto: Doyok for jatimnow.com)

jatimnow.com - Puluhan pelajar sekolah dasar di Desa Kemuning Kecamatan Tegalombo Kabupaten Pacitan Jawa Timur tiap hari harus menantang bahaya. Melewati sungai di bawah lereng gunung yang longsor beberapa hari lalu.

Hal ini terjadi karena tidak ada jembatan yang bisa mereka lewati untuk ke sekolah. Sehingga memaksa mereka menyeberangi material longsor dengan bebatuan terjal.

Baca Juga: Ujian Kelulusan Unik, Siswa SMP Labschool Unesa 3 Pamerkan Karya Inovatif

Menurut salah satu siswa SDN 3 Kemuning, Tiara Puja, dia dan teman-temannya terpaksa menyeberangi sungai di bawah lereng gunung yang longsor beberapa waktu lalu untuk menuju ke sekolah karena tidak ada jalan lain.

Jembatan yang biasa mereka lewati telah roboh dihantam banjir dan longsor. Para siswa yang diantar sekolah oleh orang tuanya tersebut merasa takut saat melintas. Khawatir sewaktupelajar menyeberang terjadi banjir dan longsor lagi.

"Sebenarnya takut kalau pas menyeberang tiba-tiba banjir dan longsor menerjang. Tapi kalau tidak lewat sini mau lewat mana lagi. Mau memutar jaraknya sangat jauh, sekitar 10 kilometer," katanya, Rabu (22/2/2023).

Siswa yang lain, Nefida Amelia Salsa mengaku dirinya pernah terjatuh saat melintas sungai lantaran material longsoran yang baru turun kondisinya licin.

Baca Juga: Akses Jalan Utama Trenggalek-Ponorogo Mulai Dibuka Dengan Sistem Buka Tutup

"Saat itu cuaca sedang hujan. Karena buru-buru ke sekolah, pas menyeberang terpeleset batu hingga terjatuh," aku Nefida.

Sulitnya melintasi sungai juga dirasakan oleh ratusan warga di lima RT di Dusun Sempu Desa Kemuning yang terisolir. Semua akses infrastruktur yang di Desa setempat terputus total. Jembatan yang biasa mereka lewati roboh dihantam bajir dan material longsor.

"Meski sungai tersebut dalam kondisi terjal dan curam, namun warga tetap nekat melewatinya. Sebab jembatan yang biasa dilewati telah roboh akibat diterjang banjir dan longsor dari atas Gunung Ijo. Sekarang kami terisolir. Akses putus total," ungkap salah seorang warga, Sri Winarti (28).

Baca Juga: Tingkatkan Produktivitas Ayam Broiler di Pacitan, Alumni UGM Beri Pendampingan

Dia juga berharap pemerintah paerah dapat segera membangun jembatan kembali karena sudah sepekan ini roda perekonomian, akses kesehatan, serta pendidikan warga terputus total.

"Sudah seminggu kami terpaksa menyeberangi sungai yang terjal dan menantang bahaya, semoga pemerintah segera bangun jembatan lagi biar bisa ke pasar, anak-anak nyaman berangkat sekolah, tidak menantang bahaya seperti saat ini," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.