Senin, 15 Jun 2026 19:34 WIB

Bupati Tanah Datar Pelajari Program Desa Pintar Banyuwangi

  • Penulis :
  • | Kamis, 09 Agu 2018 15:54 WIB
Bupati Anas memberikan penjelasan para rombongan Bupati Tanah Datar
Bupati Anas memberikan penjelasan para rombongan Bupati Tanah Datar

jatimnow.com - Pelaksanaan Smart Kampung di desa-desa Banyuwangi menjadi inspirasi tersendiri bagi Bupati Tanah Datar Provinsi Sumatera Barat, Irdinansyah Tarmizi.

Irdinansyah memboyong seluruh camatnya untuk melihat langsung praktek penerapan pemerintahan desa pintar di Banyuwangi.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Sebanyak 14 camat dan kepala dinas teknis terkait di lingkungan kerja Pemkab Tanah Datar mengunjungi Banyuwangi selama dua hari.

Saat diterima Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di Lounge Pelayanan Publik, Kamis (9/8/2018), Irdinansyah mengaku ingin belajar berbagai inovasi pelayanan publik di Banyuwangi.

Khususnya, pengelolaan keuangan desa, upaya pemberdayaan desa, serta strategi pengentasan kemiskinan.

“Saya sudah lama mendengar penerapan e-government di Banyuwangi sangat bagus. Apalagi penerapan Smart Kampung di desa-desa. Kami ajak seluruh camat untuk belajar banyak hal dari sini, utamanya pengelolaan keuangan desa,” kata Irdinansyah.

Saat di Lounge, Irdinansyah diajak Bupati Anas berselancar ke berbagai program inovasi Banyuwangi dari layar komputer.

Anas menunjukkan bagaimana program e-village budgeting (eVB) yang meningkatkan tata kelola keuangan desa, dan e-monitoring system (eMS) yang memantau perkembangan proyek fisik di desa.

“Sistem pengelolaan keuangan ini sangat bagus karena mengintegrasikan mulai perencanaan, tata kelola, hingga evaluasi keuangan daerah dengan memanfaatkan teknologi informasi. Tidak hanya pada level kabupaten, tapi juga ke desa. Saya pastikan segera mengirim tim ke Banyuwangi untuk belajar lebih dalam tentang sistem ini,” puji Irdinansyah.

Selama di Banyuwangi, mereka juga mengunjungi Mal Pelayanan Publik, dan Desa Cerdas ‘Smart Kampung’ Taman Sari, Kecamatan Licin. "Smart Kampung ini tujuan utama kami karena menjadi payung pengembangan sebuah desa," kata Irdinansyah.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

Sementara itu, Bupati Anas menjelaskan melalui sistem pengelolaan keuangan desa berbasis IT tersebut, kontrol atas pemanfaatan dana desa bisa dilakukan setiap saat tanpa harus datang ke setiap desa, mengingat Banyuwangi adalah kabupaten terluas di Pulau Jawa.

Jarak desa dan pusat kota di Banyuwangi sangat jauh dengan waktu tempuh bisa mencapai tiga jam.

“Dengan IT kinerja kami semakin efektif. Petugas bisa tahu progress pekerjaan hingga ke pelosok desa, lengkap dengan foto dan titik lokasinya tanpa harus keliling ke desa-desa, cukup dipantau melalui Google Map. Selain itu, sistem ini juga bisa menghindari ada proyek ganda atau fiktif,” terang Bupati Anas.

Anas menambahkan, seluruh sistem berbasis IT tersebut dapat diterapkan hingga ke tingkat desa lantaran hampir seluruh desa di Banyuwangi telah bertransformasi menjadi ‘Smart Kampung’.

Yakni, sebuah prototype desa cerdas ala Banyuwangi yang mendorong pelayanan desa berbasis teknologi informasi (TI). Saat ini, 169 desa dari total 189 desa di Banyuwangi telah menjadi Smart Kampung dan dialiri fiber optic.

Baca Juga: Banyuwangi Jadi Pilot Project, PTPN I Tanam 10 Ribu Kelapa Genjah demi Hilirisas

“Selain pengelolaan keuangan yang lebih efektif, dengan Smart Kampung secara bertahap administrasi cukup diselesaikan di desa. Misalnya, surat keterangan miskin (SPM) cukup diurus di kantor desa. Warga tidak perlu lagi menuju kantor kecamatan atau dinas terkait di pusat kota. Karena saat ini yang berjalan adalah datanya, bukan orangnya,” kata Anas.

Selain itu, imbuh Anas, untuk mempercepat pelayanan di tingkat desa, dirinya telah mendelegasikan kewenangannya ke desa. Misalnya, pembenahan rumah tidak layak huni.

”Dulu itu harus bupati yang tanda tangani suratnya, sehingga rentangnya panjang. Sekarang cukup di tingkat desa. Inilah bagian dari upaya penguatan desa yang kami lakukan di Banyuwangi,” pungkasnya.

Sumber: Humas Pemkab Banyuwangi
Editor: Erwin Yohanes

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.