Kamis, 11 Jun 2026 02:05 WIB

Menikmati Masakan Madura Berbahan Jerohan dan Daging, Cus ke Bangkalan

Menu andalan warung gang amboina. (foto: Fathor Rahman/jatimnow.com)
Menu andalan warung gang amboina. (foto: Fathor Rahman/jatimnow.com)

jatimnow.com - Mencari nasi khas Madura di kota-kota besar cukup mudah. Mulai dari kaki lima hingga restoran sudah mulai banyak dijajakan. Tapi, siapa sangka jika nasi khas Madura ini diperkirakan berasal dari Bangkalan.

Tepatnya warung Gang Amboina di Jalan KH. Moh. Kholil Gg. IX No.97A, Pasarkapok Timur, Demangan, Kecamatan/Kabupaten Bangkalan. 

Baca Juga: Konversi Energi Kedua Republik Indonesia, Amanat Penderitaan Rakyat Madura

Warung ini milik Hj Moh Dahlan atau akrab disapa Umik Matus. Di warung ini menyajikan masakan khas Bangkalan, yang berbahan dasar daging dan jeroan sapi yang diolah.

Daging dan jerohan yang diolah meliputi empal, usus, paru, hati, babat dan jerohan lain yang diolah dengan bumbu khas Bangkalan. Makanan di warung Gang Amboina ini menjadikan kuliner khas Bangkalan. 

"Di sini semua menu menggunakan bahan dasar daging sapi dan jerohan," kata Umik Matus, (1/2/2023).

Pada dasarnya makanan berbahan daging mudah dijumpai di warung-warung umum. Sebut saja nasi campur, nasi petis atau telur petis, rawon, soto babat dan nasi keringan.

Hal yang membedakan adalah nasi campur dan soto babat yang paling diburu pelanggan. Umik Matus menyebut setiap porsi rata-rata dijual dengan harga Rp22 ribu.

Untuk porsi nasi campur terdapat lauk berupa empal, dicampur paru goreng, telur bumbu petis (santan kental), usus, ditambah soun. Untuk soto babat ditambah campuran jerohan sapi, telur, dan sambal. Untuk kuah soto khas bangkalan," imbuhnya.

Baca Juga: Rujak Uleg King Salmon, Inovasi Mewah Excotel di Festival Rujak Uleg 2026

Umik Matus tidak segan berbagi cerita cara memasak masakannya. Seluruh bahan (daging dan jerohan) dimasak dengan waktu cukup lama agar tidak alot.

Ia juga menggunakan bahan-bahan rempah cukup banyak, untuk menciptakan ciri rasa khas yang tidak dapat ditemukan di warung makan lainnya.

"Semua dimasak secara tradisional, menggunakan bahan dan bumbu yang berkualitas serta diproses dengan waktu yang lama agar tidak alot," imbuhnya.

Ia sengaja membuka warung setiap hari mulai pukul 05.00 hingga 17.00 WIB, untuk melayani tretan yang mencari sarapan. Tapi tidak sedikit pelanggannya yang berasal dari luar Pulau Garam.

Baca Juga: Kota Lama Surabaya Punya Destinasi Baru, 10 Regentstraat

"Rata-rata pelanggan kami banyak pegawai kantor di sektiar Bangkalan. Kadang-kadang menerima pesanan untuk rapat atau acara-acara lainnya," ucapnya.

Hingga kini warung Gang Amboina selalu ramai pembeli. Bahkan pemilik terus mengupgrade tempat makan agar lebih luas dan nyaman.

Pemilik juga menyatakan perluasan warung untuk menampung pembeli yang kerap terlihat antre. 

"Alhamdulillah selalu ramai setiap hari," pungkasnya.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.