Kamis, 18 Jun 2026 10:25 WIB

Satgas Kecamatan di Tulungagung Bakal Dibentuk Antisipasi Calon PMI Ilegal

Kepala Disnakertrans Tulungagung, Agus Santoso (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Kepala Disnakertrans Tulungagung, Agus Santoso (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Tulungagung bakal membuat satgas di setiap kecamatan, untuk mencegah Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) ilegal.

Langkah ini dilakukan menyusul penggerebekan tempat penampungan calon PMI ilegal beberapa waktu lalu. Mereka juga menggalakkan sosialisasi untuk mencegah warga berangkat menjadi pekerja migran non-prosedural.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Kepala Disnakertrans Tulungagung, Agus Santoso merasa kehilangan wewenang terhadap pengawasan ketenagakerjaan bagi calon PMI.

Hal ini dikarenakan beberapa kewenangan diambil pemerintah pusat. Namun pihaknya akan terus berupaya melakukan pengawasan terhadap perusahaan penyalur tenaga kerja agar dilakukan di masing-masing daerah.

"Jadi kami berharap dikembalikan lagi kewenangan kami untuk pengawasannya," ujar Agus, Selasa (31/1/2023).

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Agus menyebut, pengiriman PMI yang disinyalir secara ilegal banyak yang tidak diketahui. Untuk itu pihaknya melakukan upaya dengan terus mensosialisasikan kepada masyarakat. Mereka akan membentuk satgas di setiap kecamatan sebanyak tiga orang untuk mengawasi pergerakan orang yang mau berangkat ke luar negeri.

"Akan dibentuk satgas di setiap kecamatan untuk mengawasi dan mencegah terjadinya adanya calon PMI ilegal," terang dia.

Saat ini terdapat 6 perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) yang membuka kantor di Tulungagung. Perusahaan itu legal dan memiliki izin resmi.

Baca Juga: Pulang dari Malaysia, Fauzi Bangun Layanan Keuangan Warga Kangean

Di sisi lain, Agus meminta polisi menindak tegas dugaan pemberangkatan calon PMI ilegal.

"Harus ditindak tegas dan harus diberi pelajaran," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.