Jumat, 19 Jun 2026 22:41 WIB

Ratusan Massa dan Ulama di Pamekasan Protes Pembakaran Alquran di Denmark

Ratusan massa dan ulama melakukan demonstrasi gerakan bela Alquran di depan Kantor DPRD Pamekasan, Senin (30/01/2023)
Ratusan massa dan ulama melakukan demonstrasi gerakan bela Alquran di depan Kantor DPRD Pamekasan, Senin (30/01/2023)

jatimnow.com - Ratusan Masyarakat muslim dan sejumlah ulama di Kabupaten Pamekasan mendatangi Kantor DPRD setempat, Senin (30/01/2023). Mereka memprotes adanya video pembakaran Alquran oleh Rasmus Paludar merupakan pemimpin partai Stram Kurs (Garis Keras) sayap kanan Denmark.

Ratusan massa sengaja mendatangi kantor wakil rakyat, agar aspirasi mereka disampaikan kepada pemerintah pusat. Mereka mengutuk keras terhadap pembakaran Alquran yang dilakukan oleh Rasmus Paludan yang terjadi di Swedia dan Denmark.

Baca Juga: Kader NasDem Jember Desak Dewan Pers Sanksi Majalah Tempo

Ketua FKMSB, Achmad Mulazim Kholil mengatakan kedatangannya mereka ke Kantor DPRD untuk menyampaikan aspirasi terhadap pembakara Alquran.

"Kami berharap DPRD memfasilitasi kecaman kami. Sehingga pemerintah RI mengambil sikap. Kami merasa disakiti jika Alquran dibakar," katanya.

Baca Juga: Malam 23 Ramadan Bertepatan Jumat, Apakah Ini Lailatul Qadar?

Pemerintah Republik Indonesia diharapkan memanggil duta besar Swedia dan Denmark. Sehingga disampaikan nota protes keras dan kecaman atas terjadinya pembakaran Alquran dan meminta pelaku pembakaran meminta maaf kepada seluruh umat muslim di dunia.

Selain itu, massa meminta pemerintah pusat harus menindaklanjuti resolusi PBB 15 Maret 2022 yang telah menegaskan dunia harus bertempur melawan Islamophobia. Sehingga PBB harus mengambil sikap tegas soal pembakaran kitab suci umat Islam.

Baca Juga: Apakah Negara Wajib Memberi Makan Rakyat? Perspektif Islam atas MBG

Ratusan massa yang terdiri dari mahasiswa, masyarakat dan ulama itu meminta pemerintah Republik Indonesia agar mengecam bahkan memutus hubungan diplomatik dengan negara yang bersangkutan. Sebab dinilai Pemerintah Republik indonesia kurang tegas dalam merespons tindakan biadab yang telah menyakiti umat islam seluruh dunia.

Reporter : Fathor Rahman

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.