Rabu, 10 Jun 2026 20:17 WIB

Malam 23 Ramadan Bertepatan Jumat, Apakah Ini Lailatul Qadar?

  • Penulis :
  • | Kamis, 12 Mar 2026 16:49 WIB
Refleksi malam ke-23 Ramadan yang bertepatan dengan malam Jumat. (Foto: Ilustrasi/Gemini)
Refleksi malam ke-23 Ramadan yang bertepatan dengan malam Jumat. (Foto: Ilustrasi/Gemini)

jatimnow.com - Ada satu hal menarik tentang Lailatul Qadar, yaitu Allah tidak memberi tahu tanggal pastinya. Padahal kalau Allah mau, sangat mudah bagi-Nya untuk menuliskan dengan jelas: malam sekian, tanggal sekian. Selesai. Kita tinggal siap berbondong-bondong pada malam itu.

Tetapi Allah tidak melakukannya. Lailatul Qadar justru dirahasiakan. Akibatnya, setiap sepuluh malam terakhir Ramadan, jutaan orang berubah menjadi lebih rajin. Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah pun penuh sesak dibanding malam-malam sebelumnya.

Baca Juga: Jangan Biarkan Kasus MBG Tenggelam

Di Indonesia pun banyak yang seperti itu, berburu Lailatul Qadar. Semua karena satu kemungkinan, yaitu: “Siapa tahu malam ini adalah Lailatul Qadar?” Malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.

Kalau dihitung kasar, seribu bulan itu sekitar delapan puluh tiga tahun. Artinya, satu malam saja bisa lebih bernilai daripada hampir seluruh umur manusia.

Bayangkan. Delapan puluh tahun ibadah diringkas menjadi satu malam. Allah seperti memberi “diskon besar-besaran” kepada manusia.

Yang menarik, Rasulullah SAW sendiri tidak pernah bersikap santai menghadapi sepuluh malam terakhir Ramadan. Dalam banyak riwayat disebutkan bahwa beliau menghidupkan malam-malam itu dengan ibadah dan membangunkan keluarganya.

Artinya, Lailatul Qadar bukan malam biasa. Ini malam yang bisa menentukan arah hidup seseorang.

Malam ini kita memasuki malam ke-23. Banyak ulama menyebut malam ganjil di sepuluh hari terakhir sebagai waktu yang sangat mungkin menjadi Lailatul Qadar, apalagi jika bertepatan dengan malam Jumat.

Tetapi sebenarnya pertanyaannya bukan hanya: “Apakah malam ini Lailatul Qadar?” Pertanyaan yang lebih penting justru ini: “Jika benar malam ini Lailatul Qadar, apakah kita siap menyambutnya?”

Banyak orang ingin mendapatkan Lailatul Qadar, tetapi tidak semua orang siap mempersiapkan dirinya. Padahal yang dicari dalam malam ini bukan sekadar pahala yang besar. Yang dicari adalah kedekatan dengan Allah.

Lailatul Qadar bukan pesta langit, tetapi pertemuan istimewa antara seorang hamba dengan Tuhannya. Tidak perlu acara besar. Tidak perlu ritual yang rumit. Yang diperlukan adalah hati yang datang dengan tulus.

Bisa jadi malam ini terlihat biasa saja. Langitnya sama. Anginnya sama. Suasana kota tetap ramai seperti biasa. Tetapi mungkin saja, pada malam ini para malaikat turun membawa keberkahan yang tidak terlihat oleh mata manusia.

Baca Juga: MBG, Korupsi dan Kegagalan Tata Kelola Kebijakan

Al-Qur’an menggambarkannya dengan sangat indah: “Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al-Qadr: 5)

Karena itu, jangan menunggu sempurna untuk beribadah malam ini. Tidak harus membaca Alquran berjuz-juz. Tidak harus shalat puluhan rakaat. Bahkan kita bisa memulainya dengan yang sederhana, sesuai kemampuan kita.

Misalnya: shalat dua rakaat dengan khusyuk. Baca beberapa ayat Al-Qur’an dengan hati yang benar-benar dihadirkan. Perbanyak istighfar. Dan berdoa dengan sungguh-sungguh, menghadirkan hati kita kepada Allah.

Kita bisa menyampaikan apa yang ada dalam hati kita. Mungkin doa yang lama kita simpan. Mungkin kegelisahan yang belum pernah kita ceritakan kepada siapa pun. Mungkin harapan yang hampir kita lupakan.

Karena malam ini bisa jadi adalah malam ketika Allah membuka pintu rahmat-Nya lebih luas dari biasanya.

Bayangkan jika benar malam ini adalah Lailatul Qadar, lalu kita melewatinya seperti malam biasa: sibuk dengan layar ponsel atau tidur lebih awal karena merasa lelah, dan akhirnya tak terbangunkan hingga sahur.

Baca Juga: Dimanakah Ibukota Indonesia yang Sebenarnya?

Di malam-malam Ramadhan yang tinggal hitungan jari, mari benar-benar merencanakan aktivitas malam dengan baik. Lepas buka puasa, mari siapkan diri menggapai Lailatul Qadar.

Jika memang harus tidur sejenak, tidurlah sekitar pukul 22.00 dengan niat dan meminta dibangunkan Allah pada pukul 01.00 agar kita bisa beribadah dan bermunajat dengan leluasa hingga fajar.

“Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni. Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku.” Inilah doa Lailatul Qadar yang diajarkan Rasulullah kepada Aisyah RA, istri tercinta beliau.

Siapa tahu malam ini adalah malam yang selama ini kita cari. Malam ketika Allah memperbaiki hidup kita. Malam ketika doa-doa lama akhirnya menemukan jawabannya. Malam ketika hati kita kembali menemukan kedamaian.

Oleh: Ulul Albab
Ketua ICMI Jawa Timur

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.