Selasa, 16 Jun 2026 18:55 WIB

Yuk, Mampir di Museum Gubug Wayang Kota Mojokerto

Koleksi wayang di Museum Gubug Wayang. (Foto: Achmad Supriyadi/jatimnow.com)
Koleksi wayang di Museum Gubug Wayang. (Foto: Achmad Supriyadi/jatimnow.com)

jatimnow.com - Jika anda sedang singgah di Kota Mojokerto dan mencari referensi tempat wisata, Museum Gubug Wayang mungkin bisa jadi pilihan.

Museum Gubug Wayang merupakan salah satu tempat yang menampilkan seni, budaya dan etnografi.

Baca Juga: Meimura Bawa Ludruk Besutan ke Kampus, Sentil Eksploitasi Alam Mojokerto

Lokasi yang berada di Jalan RA Kartini, Lingkungan Mergelo, Kelurahan Kauman, Kecamatan Prajurit Kulon ini mudah dijangkau oleh para pelancong.

Museum didirikan untuk menjaga kelestarian budaya bangsa Indonesia. Wisatawan bisa melihat beberapa warisan budaya Indonesia seperti wayang, gamelan atau alat musik tradisional, permainan anak, topeng dan banyak lainnya.

Museum Gubug Wayang ini didirikan oleh Yensen Project Indonesia sebagai bentuk rasa peduli terhadap seni dan keberagaman budaya Indonesia. Rasa cinta dan bangga dengan beraneka ragam budaya ini salah satu semangat untuk menjaga dan melestarikannya.

"Museum Gubug Wayang diresmikan tanggal 15 Agustus 2015 oleh sang maestro, dalang, dongeng yakni Bapak Suyati alias atau banyak dikenal Pak Raden di serial Si Unyil," kata Tour Leader Museum Gubug Wayang Sa'dan, Senin (30/1/2023).

Baca Juga: Angkat Isu Situs, Ludruk Besutan Bakal Masuk Kampus UNIM Mojokerto

Museum Gubug Wayang di Mojokerto. (Foto: Achmad Supriyadi/jatimnow.com)Museum Gubug Wayang di Mojokerto. (Foto: Achmad Supriyadi/jatimnow.com)

Wisatawan bisa masuk ke Museum Gubug Wayang hanya Rp25 ribu untuk dewasa dan Rp20 ribu bagi anak-anak. Sedangkan untuk hari Sabtu-Minggu atau hari libur Rp30 ribu untuk dewasa dan Rp25 ribu untuk anak-anak.

"Bagi sekolah, korporasi dalam jumlah banyak atau rombongan harga tiket akan lebih terjangkau," ujarnya.

Baca Juga: Jambuluwuk Bromo Resmi Hadir, Ini Konsep dan Daya Tariknya

Menurut Sa'dan, pada hari Sabtu, Museum Gubug Wayang pembacaan tembang macapat dari salah satu pelestari kebudayaan yakni grup Pudak Wangi.

"Kalau Sabtu pagi, kami rutin mengadakan tembang mocopat yang dibawakan oleh tiga orang dari Pudak Wangi. Harapan kami kebudayaan ini bisa tetap lestari dan anak muda bisa tahu jika budaya Indonesia sangat banyak dan beraneka ragam," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.