Jumat, 12 Jun 2026 17:53 WIB

Carok di Lekok Pasuruan Dipicu Dendam Lama Persaingan Pilkades

  • Penulis : Moch Rois
  • | Jumat, 27 Jan 2023 08:18 WIB
ilustrasi
ilustrasi

jatimnow.com - Kapolsek Lekok, Polres Pasuruan Kota, AKP Agung Sujatmiko mengungkapkan dendam lama akibat pemilihan kepala desa (Pilkades) jadi bumbu pemicu carok yang mengakibatkan 3 orang terluka parah.

Beberapa jam sebelum peristiwa berdarah itu terjadi, Supardi (40) warga Dusun Tlogo, Desa Alastlogo, Kecamatan Lekok, bertemu dengan Sugiantoro, warga Dusun Jatisari, Desa Sumberdawesari, Kecamatan Grati, di simpang tiga Alastlogo.

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

Pertemuan dua seteru lama yang sebelumnya beda pilihan dukungan saat Pilkades, membuat Supardi dan Sugianto terlibat cekcok.

"Cekcok mulut di simpang Alastlogo itu, menyebabkan Supardi memukul Sugianto. Silvi, istri dari Sugianto yang melerai membuat perkelahian tidak terjadi. Kemudian Sugianto dan Silvi pulang ke rumah Sumberdawesari," jelas AKP Agung Sujatmiko, Jumat (27/1/2023).

Sesampainya di rumah, keluarga Sugianto yang mendengar cerita pemukulan yang dilakukan Supardi terhadapnya, sontak membuat banyak kerabat dari Sugianto yang marah. Seketika itu memutuskan untuk menghabisi Supardi.

Baca Juga: Sempat Kabur ke Lombok, Pelaku Penganiayaan di Probolinggo Serahkan Diri

Dipimpin Sugiantoro, M Barham, Sugianto (orang yang dipukul Supardi), Soleh dan Saihul langsung membawa celurit dan parang menuju ke rumah Supardi.

5 orang bersaudara itu kemudian bertemu dengan Supardi yang hendak berziarah ke makam keluarga sekitar pukul 17.30 WIB, Kamis (26/1).

Carok pun kemudian pecah. Sugiantoro dan M Barham langsung menyerang menggunakan celurit dan golok. Supardi yang terkena tiga sabetan dua senjata tajam celurit dan parang, terus melawan hingga merebut senjata celurit milik Sugiantoro dan kemudian membacokkan ke kepala M Barham dan punggung Sugiantoro.

Baca Juga: Simak Rekayasa Lalu Lintas Dampak Pembangunan Jembatan Bokwedi Pasuruan

Supardi, Sugiantoro dan M Barham yang masing-masing terluka parah kemudian dilerai oleh dua orang kepala kampung. Warga kemudian mengevakuasi mereka ke RSUD Grati untuk mendapat pertolongan medis.

"Mereka yang bertikai ini memiliki dendam lama, saat beda dukungan ketika Pilkades. Setelah cekcok berujung pemukulan, kemudian berkembang menjadi perkelahian," tandasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.