Minggu, 21 Jun 2026 20:27 WIB

Air Sungai di Alas Malang Naik, Warga Panik Jemput Anak di Sekolah

  • Penulis :
  • | Rabu, 08 Agu 2018 16:38 WIB
Kepala Sekolah SDN 1 Alas Malang, Joko Purwoto.
Kepala Sekolah SDN 1 Alas Malang, Joko Purwoto.

jatimnow.com - Diterpa isu banjir bandang di kawasan Alas Malang, beberapa wali murid SDN 1 Alas Malang, tiba-tiba saja menjemput pulang anak-anaknya.

Hal ini tentu saja membuat kaget Kepala Sekolah SDN 1 Alas Malang, Joko Purwoto.

Baca Juga: Berkali Ganti Bupati, Warga Karang Mluwo Jember Masih Dihantui Banjir

Joko sapaan Kepala Sekolah SDN menerangkan, sekitar pukul 08.30 WIB para wali murid yang beberapa waktu yang lalu menjadi korban terdampak banjir panik setelah mengetahui debit air sungai Badeng sempat meningkat.

"Pas jam pelajaran tadi para wali murid rame-rame mengajak anaknya pulang," kata Joko saat ditemui di halaman sekolah, Rabu (8/8/2018).

Alasan mereka (wali murid), lanjut Joko, anak-anak yang bersekolah tersebut mau di ajak mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.

Padahal, di sekolah SDN 1 Alas Malang atas kejadian banjir bandang beberapa waktu yang lalu tidak terpapar banjir.

Tak hanya itu, Joko juga menceritakan, sebelum siswa-siswa tersebut di ajak pulang guru agama sekolah ini, Muhtadi, mengajak seluruh siswa untuk berdoa di halaman sekolah, supaya tidak sampai terjadi hal-hal yang tidak di inginkan.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

"Belum dimulai berdoa para wali menerobos masuk halaman menjemput anak mereka masing-masing," paparnya.

Sebelumnya, kata Joko, masyarakat mengaku mendapatkan informasi dari petugas Dinas Pengairan Alas Malang bahwa ada peningkatan debit air sungai, dan mengeluarkan imbauan untuk waspada.

"Mungkin karena itu, para wali murid panik. Padahal hari ini rencananya pihak sekolah mengajak untuk rapat wali murid," tutupnya.

Di SDN 1 Desa Alas Malang sendiri, terdapat 325 siswa dari kelas I sampai kelas VI. Sebanyak 225 siswa, rumah mereka terpapar banjir bandang 26 Juli lalu.

Baca Juga: Siswa di Jember Naik Rakit ke Sekolah, Jembatan Putus Diterjang Banjir

Sebelumnya, sejumlah 415 warga Desa Alas Malang, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi terpapar banjir bandang di medio Juli 2015. 23 rumah rusak berat, 100 lebih rusak sedang, selebihnya rusak ringan.

Reporter: Hafiluddin Ahmad
Editor: Erwin Yohanes

 

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.