Kamis, 11 Jun 2026 11:58 WIB

Pengembangan Pariwisata Sumenep 2023 Berbasis Pentahelix, Apa Itu?

Surokim Abdussalam. (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)
Surokim Abdussalam. (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)

jatimnow.com - Kabupaten Sumenep pada 2023 menerapkan event pariwisata berbasis pentahelix. Hal itu pun menjadi terobosan baru bagi Sumenep untuk mempercepat pertumbuhan pariwisata agar lebih dikenal di kancah nasional maupun mancanegara.

Kebijakan ini pun mendapat apresiasi tinggi dari berbagai pihak, salah satunya akademisi yang sekaligus Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIB) Universitas Trunojoyo, Madura, Surokim Abdussalam.

Baca Juga: Nenek 76 Tahun di Sumenep Ditemukan Tewas di Dasar Sumur 25 Meter

"Itu terobosan bagus dan patut diapresiasi. Berarti Pemda Sumenep sudah selangkah lebih maju, sudah bisa move on dan punya visi maju dalam mewirausahakan birokrasi Pemda," ucap Surokim, Selasa (24/1/2023).

Diketahui, kebijakan mengelola pariwisata berbasis pentahelix merupakan upaya melibatkan stakeholder terkait dalam penyelenggaraan, pengelolaan, hingga pengembangan wisata. Tujuan dari metode adalah upaya percepatan ekonomi dari sektor wisata.

Surokim menambahkan, cara Bupati Sumenep Ahmad Fauzi kali ini merupakan bagian dari reformasi birokrasi yang tidak hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) untuk pembangunan Sumenep.

Baca Juga: Sumenep Geger, Kokain Puluhan Miliar Terdampar di Pantai Kahuripan

Bahkan, Surokim menyarankan agar kabupaten/kota lain di Jatim berkenan menerapkan hal serupa. Terutama para kepala daerah di kawasan Madura Raya.

"Sekaligus ini bisa menjadi turning point upaya transformasi reformasi sektor publik yg adaptif dan responsif dengan membangun kolaborasi penthalix. Sungguh ini langkah maju dan menurut saya keren. Jika upaya ini bs berlangsung dengan baik dan progresnya bagus saya pikir bisa menjadi contoh dan model dalam pengelolaan event budaya di Madura dan Jatim," beber peneliti senior SSC itu.

Meski tidak gampang, lanjut Surokim, upaya mengakomodir stakeholder terkait yang dilakukan, perlu mendapat dukungan dari Forkopimda di Kabupaten Sumenep.

Baca Juga: Pariwisata RI Terancam Konflik Global, Ini Strategi Amankan Turis

"Kolaborasi penthahelix ini memang tidak gampang tetapi itu sungguh futuristik juga progresif dengan menjadikan pemda sebagai enabler faktor penggugah dan kemudian dikembangkan bersama-sama dunia usaha, akademisi, komunitas media dan masyarakat bersinergi menyatukan langkah bersama untuk menggerakkan perekonomian daerah bersama. Yang paling berat usaha seperti ini adalah transformasi spirit enterpreneurial di dalam sektor birokrasi karena menyangkut perubahan kultur yang sudah mendarah daging dan berlangsung lama di zona nyaman," jelas Surokim.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.