Minggu, 14 Jun 2026 22:36 WIB

Pariwisata RI Terancam Konflik Global, Ini Strategi Amankan Turis

Dosen Ubaya Prita Ayu Kusumawardhany. (Foto: Humas Ubaya for JatimNow.com)
Dosen Ubaya Prita Ayu Kusumawardhany. (Foto: Humas Ubaya for JatimNow.com)

jatimnow.com - Eskalasi konflik antara Israel vs Iran mulai memberikan tekanan hebat pada industri perjalanan global.

Indonesia, meski secara geografis jauh dari pusat pertempuran, kini berada dalam bayang-bayang penurunan jumlah wisatawan mancanegara akibat membengkaknya biaya transportasi dan perubahan rute penerbangan.

Baca Juga: 22 Lulusan SMA Santo Carolus Surabaya Berhasil Tembus PTN

Dosen Manajemen Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Surabaya (FBE Ubaya), Prita Ayu Kusumawardhany, memetakan lima risiko utama yang kini menghantui sektor ini, yakni gangguan keamanan, terbatasnya aksesibilitas, trauma psikologis pelancong, merosotnya citra destinasi Timur Tengah, hingga lonjakan harga tiket pesawat.

"Kita tidak bisa diam melihat lonjakan biaya perjalanan ini. Pemerintah perlu bergerak cepat mempromosikan Indonesia sebagai destinasi yang stabil melalui kampanye digital yang masif," ujar Prita saat memberikan analisisnya di Surabaya.

Prita mendorong pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk memberikan stimulus nyata bagi industri lokal.

Salah satu langkah berani yang ia tawarkan adalah pemberian subsidi tiket untuk perjalanan domestik guna menjaga pergerakan manusia di dalam negeri.

Baca Juga: Mahasiswa FIK Ubaya Sabet Tiga Gelar di Asian Student Fashion Week 2026

Selain itu, ia menyarankan para pelaku usaha tidak lagi bertumpu sepenuhnya pada wisatawan jarak jauh (long-haul) yang sangat sensitif terhadap isu bahan bakar pesawat.

"Saatnya memperkuat kerja sama dengan maskapai internasional untuk menggaet turis jarak dekat (short-haul traveler). Strategi dual market harus diterapkan. Pelaku usaha sebaiknya mengalokasikan 60 hingga 70 persen energi mereka untuk menggarap pasar domestik dan regional Asia," tambahnya.

Keamanan menjadi mata uang paling berharga di tengah situasi perang. Prita merekomendasikan penggunaan sistem pemantauan berbasis teknologi di pusat-pusat keramaian seperti Bali untuk memberikan rasa tenang bagi pengunjung.

Baca Juga: Reforma Agraria Dinilai Penting untuk Ketahanan Pangan Nasional

Di sisi bisnis, ia meminta agen perjalanan lebih luwes dalam memberikan penawaran. Menurutnya, promosi yang menawarkan garansi uang kembali atau jadwal yang fleksibel akan jauh lebih lirik oleh calon wisatawan yang sedang ragu.

"Pantau terus pembaruan dari IATA dan maskapai untuk mengevaluasi risiko penerbangan secara real-time. Keputusan bisnis harus diambil berdasarkan data terbaru agar arus kas perusahaan tetap terjaga di tengah kondisi yang fluktuatif ini," tutupnya.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.