Jumat, 19 Jun 2026 07:48 WIB

Pedagang Pasar Larangan Sidoarjo Menolak Direlokasi, Sebut Tempatnya Tidak Layak

Para pedagang Pasar Larangan saat menggelar aksi menolak tempat relokasi (Foto: Zainul Fajar/jatimnow.com)
Para pedagang Pasar Larangan saat menggelar aksi menolak tempat relokasi (Foto: Zainul Fajar/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pedagang Pasar Larangan, Candi mengadu ke Komisi B DPRD Sidoarjo untuk menyampaikan bahwa tempat relokasi yang disediakan pemkab tidak layak.

Kepada sejumlah anggota Komisi B DPRD Sidoarjo, Dimas pendamping hukum pedagang Pasar Larangan menegaskan bahwa kliennya sebenarnya siap ditata atau direlokasi. Namun mereka mengajukan beberapa hal agar disetujui pemkab.

Baca Juga: Pelajar Asal Bogor Tewas Terlindas Truk di Gedangan Sidoarjo

"Puluhan pedagang di Pasar Larangan ini sebenarnya siap untuk ditata, asal penggantinya layak digunakan. Menurut klien kami, tempat tersebut dekat dengan sungai, dan bekas tempat penjual daging, jadi kurang layak," terang Dimas saat ditemui usai hearing, Selasa (10/1/2023).

Menurut Dimas, sejak Jumat (6/1/2023), para pedagang tidak melakukan aktivitas berjualan apapun.

"Kami meminta dan mendesak kepada Ketua Komisi B DPRD Sidoarjo agar dapat memberikan kami kesempatan untuk beraktivitas. Sembari Disperindag mencari solusi yang terbaik bagi para pedagang," papar dia.

Dimas juga mengakui bahwa semua pedagang yang menolak untuk direlokasi dan didampinginya itu tidak memiliki hak lapak atau kepemilikan lapak berupa surat apapun.

Baca Juga: Inspirasi Schools Bangun Pembelajaran Global Berbasis Karakter

"Untuk surat pegangan bagi PKL, baik sewa atau sejenisnya mereka tidak memiliki. Namun, PKL itu membayar retribusi, sebesar 9 ribu rupiah per hari, dan lagi mereka itu sudah berjualan sudah lama sekali, sekitar 30 tahunan," papaar dia.

Sementara Maryatun, salah satu pedagang menuding bahwa ada oknum dinas pasar yang selama ini meminta uang retribusi kepadanya.

"Pak M pernah meminta uang sebesar 1,7 juta rupiah. Alasannya kalau saya tidak memberi uang, lapak ini akan ditempati orang lain," ungkap Maryatun.

Baca Juga: WNA India Ditangkap di Sidoarjo, Diduga Telantarkan Anak Kandung

Dia menambahkan, tidak sedikit pedagang yang juga mengaku pernah dimintai uang oleh oknum dinas pasar tersebut.

Sebelumnya, Pemkab Sidoarjo akan melakukan revitalisasi pasar dengan cara merelokasi pedagang di sisi barat pasar. Namun hingga kini, beberapa pedagang masih menolak relokasi dengan alasan tempat relokasi tidak layak.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.