Wow! 4 Pantai di Tulungagung Ditetapkan Jadi Kawasan Ekosistem Esensial
- Penulis : Bramanta Pamungkas
- | Selasa, 03 Jan 2023 17:33 WIB
jatimnow.com - Empat pantai di Tulungagung ditetapkan sebagai Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) oleh Gubernur Jawa Timur.
Penetapan ini dilakukan untuk menjaga ekosistem penyu di pantai tersebut. Keempat pantai ini adalah Pantai Sanggar, Ngalur, Patok Gebang dan Jung Pakis. Kawasan yang disebut Galur Pakis ini semuanya terletak di Desa Jengglungharjo, Kecamatan Tanggunggunung.
Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tulungagung, Makrus Manan mengatakan, pada akhir Tahun 2022 lalu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa telah mengeluarkan SK KEE untuk empat pantai tersebut.
Usulan KEE tersebut sudah diajukan sejak Tahun 2020 lalu. Namun surat keputusannya baru turun akhir Tahun 2022. Kawasan Galur Pakis ini kerap dijadikan tempat penyu mendarat dan bertelur.
"Dengan ditetapkan sebagai KEE Galur Pakis, diharapkan bisa menjaga ekosistem dan kelestarian penyu di Tulungagung," ujar Makrus, Selasa (3/1/2022).
Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor
Sekertaris DLH Tulungagung, Makrus Manan (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Luasan KEE Galur Pakis ini mencapai 260 hektar. Kawasan tersebut meliputi pantai dan hutan. Selain menjaga kelestarian penyu, penetapan KEE ini juga menjaga kelestarian hewan yang berada di hutan. Aneka satwa masih ditemukan di hutan tersebut.
"Kalau di hutan sekitaran wilayah tersebut, juga masih banyak burung-burung serta kijang. Bahkan di pantai itu, masih sering lumba-lumba ditemukan berenang oleh nelayan," tutur Makrus.
Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia
Sebelum ditetapkan KEE Galur Pakis, sudah ada kelompok masyarakat yang bergerak dalam konservasi penyu. Mereka sudah melakukan konservasi sejak 2015. Selama ini sejumlah penyu bertelur di Pantai Patok Gebang pada Juli hingga September. Adapun jenis penyu yang sering mendarat adalah penyu hijau.
"Dulu saya pernah mendapatkan laporan ada 20 ekor penyu yang mendarat untuk bertelur di wilayah itu. Hal ini menunjukan bahwa wilayah itu masih alami dan ekosistemnya masih sangat terjaga," pungkasnya.
Editor : Narendra Bakrie