Jumat, 19 Jun 2026 12:29 WIB

Serapan APBD 5 OPD di Pemkab Jombang Belum Maksimal, Sekda Ungkap Pemicunya

Salah satu proyek Disdagrin Jombang yang mengakibatkan serapan APBD belum maksimal (Foto: Elok Pribadi/jatimnow.com)
Salah satu proyek Disdagrin Jombang yang mengakibatkan serapan APBD belum maksimal (Foto: Elok Pribadi/jatimnow.com)

jatimnow.com - Di penghujung Tahun 2022 ini, serapan belanja daerah di Pemkab Jombang belum maksimal. Bahkan serapan 5 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masih kurang dari 100 persen.

Menurut data yang dihimpun, serapan APBD per tanggal 23 Desember 2022, mencapai 80,45 persen. Dari total APBD sebesar Rp3.167.010.355.111 terserap 2.547.900.373.501.

Baca Juga: Pemkab Jombang, Nganjuk dan Kediri Lobi Pusat Terkait Rencana Flyover Mengkreng

Sekdakab Jombang, Agus Purnomo menjelaskan, 5 OPD yang serapannya terendah yaitu Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) 44,19 persen; RSUD Ploso 48,81 persen; Dinas PUPR 55,30 persen; Dinas Lingkungan Hidup (DLH) 62,62 persen dan Satpol PP 68,42 persen.

Agus menyebut, OPD yang serapannya masih rendah itu karena ada beberapa proyek besar yang belum selesai.

"Seperti di Disdagrin itu ada proyek besar seperti Pasar Pon dan Tunggorono," terang Agus, Senin (26/12/2022).

Dia menjelaskan, saat ini memang ada keterlambatan pekerjaan. Untuk itu dia berharap ada tambahan waktu 50 hari agar pihak kontraktor bisa menyelesaikan pekerjaannya.

Baca Juga: Peristiwa OTT di Tulungagung Pengaruhi Serapan APBD

Selain itu, ada beberapa pengadaan di Disdagrin Jombang yang belum maksimal. Seperti lahan untuk PKL.

"Untuk pengadaan lahan di Jalan Ahmad Dahlan juga masih menunggu keputusan dari pengadilan negeri," beber Agus.

Dia mengungkapkan, pada tahun lalu, serapan APBD mencapai 87 persen. Diharapkan tahun ini serapan APBD bisa di atas angka tersebut.

Baca Juga: Tekan Pengeluaran Gaji, Pemkab Tulungagung Batasi Pengangkatan ASN

Sementara Kepala Badan Pengolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jombang, M Nasrullah mengatakan, total serapan APBD sebesar 80,45 persen itu per tanggal 23 Desember pukul 15.00 WIB.

Terlebih lagi, seperti pengadaan lahan Pasar Citra Niaga (PCN) juga akan terbayarkan hari ini. Sehingga ada tambahan lagi untuk serapan.

"Nanti itu pengadaan lahan milik Disdagrin terbayarkan," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.