Peristiwa OTT di Tulungagung Pengaruhi Serapan APBD
- Penulis : Bramanta
- | Senin, 25 Mei 2026 13:05 WIB
jatimnow.com - Realisasi serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) si Kabupaten Tulungagung belum memenuhi target. Hingga saat ini realisasi penyerapan anggaran masih di angka 17 persen.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin, Minggu, mengatakan hingga Mei 2026 serapan APBD baru mencapai sekitar 17 persen dari total anggaran sebesar Rp3,2 triliun atau sekitar Rp544 miliar.
Baca Juga: MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung
“Serapan APBD Tahun 2026 saat ini masih sekitar 17 persen dari total anggaran Rp3,2 triliun,” ujarnya, Senin (25/5/2026).
Capaian tersebut masih berada di bawah target penyerapan pada triwulan pertama yang diproyeksikan mendekati 20 persen.
Pemkab telah menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk kembali mempercepat pelaksanaan program dan penyerapan anggaran sesuai perencanaan yang telah ditetapkan.
Meski demikian, pemerintah daerah juga meminta setiap OPD tetap menerapkan prinsip kehati-hatian, transparansi, dan akuntabilitas dalam penggunaan anggaran.
Baca Juga: Umat Buddha di Tulungagung Ikuti Ritual Atthami Puja di Candi Sanggrahan
“Program tetap harus berjalan, namun seluruh proses pelaksanaan dan penyerapan anggaran harus sesuai aturan karena menggunakan uang negara yang dipertanggungjawabkan kepada masyarakat,” tuturnya.
Baharudin menyebut salah satu faktor yang memengaruhi perlambatan penyerapan anggaran adalah adanya penyesuaian pelaksanaan program pasca operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Tulungagung pada April 2026.
Kondisi tersebut sempat berdampak pada tertundanya sejumlah kegiatan di beberapa OPD, termasuk proyek infrastruktur yang dijalankan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber
Pemkab memastikan pelaksanaan program yang sempat tertunda akan dilanjutkan kembali dengan penguatan pengawasan dan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.
“Kami meminta seluruh perangkat daerah tetap menjalankan program sesuai aturan agar pelaksanaan anggaran berjalan optimal dan tidak menimbulkan pelanggaran,” pungkasnya.
Editor : BramantaURL : https://jatimnow.id/baca-84796-peristiwa-ott-di-tulungagung-pengaruhi-serapan-apbd