Jumat, 19 Jun 2026 09:21 WIB

Ada 45 Kasus HIV/AIDS Baru di Kota Batu Selama 2022, Usia Produktif Mendominasi

Ilustrasi/Wikipedia
Ilustrasi/Wikipedia

jatimnow.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu mencatat penambahan 45 kasus HIV/AIDS di wilayahnya selama Tahun 2022. Dari jumlah itu, 5 kasus di antaranya berujung kematian.

Dari catatan dinkes per 30 November, dari 45 ODHA baru, 33 penderita di antaranya merupakan warga Kota Batu.

Baca Juga: MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

"Bila ditotal secara keseluruhan, jumlah ODHA di Kota Batu sejak 2014 hingga tahun ini berjumlah 346 orang. Dari angka itu, ada lima penderita yang meninggal dunia pada tahun ini," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu, drg Kartika Trisulandari, Senin (19/12/2022).

Kartika menyebut, usia ODHA didominasi usia produktif, antara 25 sampai 49 tahun. Mirisnya, tren kenaikan kasus pada ibu rumah tangga dan LSL (laki-laki seks laki-laki).

"Untuk meminimalisir hal itu, Dinkes Kota Batu melakukan tiga langkah yaitu dengan kegiatan promotif, preventif, serta perbaikan sarana dan kualitas layanan. Kegiatan promotif dilakukan berupa penyuluhan, pembagian leaflet, dan menyebarkan informasi mengenai HIV/AIDS ke masyarakat," papar dia.

Kegiatan tersebut terutama menyasar remaja. Karena usia remaja merupakan masa penting dalam pembentukan cara pikir dan perilaku.

Baca Juga: Komisi D DPRD Jember Soroti Adanya Kepala Puskesmas yang Rangkap Jabatan

"Kalau kegiatan preventif atau pencegahan berupa skrining populasi kunci. Seperti ibu hamil, pasien tuberculosis, pasien infeksi menular seksual (IMS), pekerja seks, waria dan pengguna narkotika," tambah Kartika.

Upaya preventif juga dilakukan dengan menerapkan sistem Layanan Komprehensif Berkesinambungan (LKB). Di mana pasien tes HIV/ AIDS yang ditemukan positif akan dilanjutkan hingga ke pengobatan, konseling, dan dukungan moril.

"Kami juga mengupayakan untuk perbaikan sistem pelayanan, terlebih stigma dan diskriminasi HIV di Kota Batu masih tinggi. Ini menyebabkan penemuan kasus baru terhambat dan masalah sosial yang kompleks," tambahnya.

Baca Juga: Audit Sampah Ungkap Sachet Kuasai Limbah Rumah Tangga Batu

Seperti pengucilan terhadap ODHA dan keluarga oleh masyarakat, hingga masalah pribadi dari ODHA sendiri. Misalnya menyangkut pekerjaan atau rumah tangga. Untuk mengatasi itu, pihaknya terus berupaya melakukan edukasi dan sosialisasi.

"Bahwa ODHA juga memiliki hak yang setara dengan masyarakat lainnya. Dengan cara mengeliminasi stigma diskriminasi kepada ODHA, adanya dukungan yang baik dari masyarakat kepada penderita dan keluarga," pungkas Kartika.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.