Jumat, 19 Jun 2026 01:43 WIB

Pelajar di Jombang Dikeroyok 10 Remaja hingga Bonyok, Diduga Gegara Story WA

Korban Irvan Verdiansa (14) yang wajahnya mengalami luka lebam dan patah hidung menunjukkan hasil rontgen. (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Korban Irvan Verdiansa (14) yang wajahnya mengalami luka lebam dan patah hidung menunjukkan hasil rontgen. (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Irvan Verdiansa (14) asal Desa Sumberejo, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, menjadi korban pengeroyokan oleh 10 orang remaja di Dam Karet Kecamatan Megaluh.

Nunuk Sufiati (33) ibu korban menjelaskan, peristiwa pengeroyokan yang dialami anaknya itu terjadi pada Kamis (15/12/2022) pagi saat anaknya hendak berangkat ke sekolah.

Baca Juga: Diduga Menjadi Korban Penganiayaan, Ajudan Wakapolres Blitar Alami Hidung Patah

"Kamis pagi, anak saya dipukuli dan dikeroyok sejumlah remaja lain," ungkapnya, Minggu (18/12/2022).

Ia menjelaskan dalam perjalanan ke sekolah, anaknya dihampiri beberapa remaja lain dan diajak ke warung dekat sekolah di Kecamatan Megaluh.

"Yang mengajak itu temannya, yang rumahnya ada di Desa Gongseng, Megaluh," paparnya.

Lebih lanjut ia mengatakan jika remaja asal Megaluh itu teman bermain anaknya yang dikenal lewat Facebook. Setelah tiba di warung, anaknya mulai dihajar beramai-ramai.

Tak puas menghajar dalam warung, korban yang kalah jumlah dibawa ke dam karet, dan dipukuli beramai-ramai hingga patah hidung. Pelakunya sekitar 10 orang. Usai memukuli korban, para pelaku pergi begitu saja.

Baca Juga: Pengeroyokan Brutal di Surabaya Terekam CCTV, Otak Pelaku Buron

"Ditinggalkan di sekitar Dam Karet, dia baru pulang setelah diantar warga yang sedang ngopi di sana," bebernya.

Saat korban berada di rumah kondisinya mengenaskan. Selain rasa sakit di sekujur tubuh. Telinganya juga mengeluarkan darah.

"Anak saya mengalami patah tulang hidung, sampai sekarang masih kesakitan, belum bisa sekolah lagi," ujarnya.

Atas adanya peristiwa itu Nunuk mengaku melaporkan ke polisi, pada hari Kamis (15/12) sore. Ia juga telah melakukan visum kepada anaknya dan tengah menunggu hasilnya.

Baca Juga: Organisasi Aremania Utas Ganti Kerugian Wisatawan Asal Surabaya

"Saya berharap polisi bisa segera meringkus pelakunya. Siapa yang terima kalau anaknya dibegitukan," pungkasnya.

Sementara itu, Irvan menduga penyebab penganiayaan yang ia alami dipicu persoalan status di story WA. Ia mengaku mengunggah kode tangan yang mirip dengan milik perguruan silat tertentu.

"Saya bikin status jari tangan satu dibalik, padahal status itu sudah sebulan lalu," tukasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.