Rabu, 17 Jun 2026 20:52 WIB

Payung Madinah Kota Pasuruan Gagal Mengembang, Ini Penjelasan Disparpora

  • Penulis : Moch Rois
  • | Selasa, 13 Des 2022 15:05 WIB
Salah satu kondisi payung Madinah yang tidak bisa mengembang. (Foto: Moch Rois/jatimnow.com)
Salah satu kondisi payung Madinah yang tidak bisa mengembang. (Foto: Moch Rois/jatimnow.com)

jatimnow.com - Proses pengerjaan salah satu payung hidrolik (payung Madinah) di barat Alun-alun Kota Pasuruan mengalami kendala teknis kerusakan. Akibatnya, 4 jari-jari payung tidak bisa mengembang dan malah merunduk karena ada bagian partisi yang patah.

Diketahui, kejadian itu berlangsung pada pukul 20.30 WIB, Senin (12/12/2022) kemarin.

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Pasuruan, Basuki mengatakan kejadian itu dipicu human error para pekerja teknis.

"SPK-nya kan sampai 20 Desember 2022 ini, sehingga prosesnya dipercepat atau lembur. Mungkin 20 orang tenaga teknis ini kelelahan, sehingga terjadi insiden itu," jelas Basuki. Selasa (30/12/2022).

Basuki menerangkan kesalahan teknis itu terjadi saat pemasangan membran payung hidrolis.

Diterangkan, tali baja terkait dan delapan jari-jari payung untuk mengembangkan membran. Namun tali baja itu tersangkut bagian tengah tubuh payung, sehingga salah satu jari payung bengkok.

Baca Juga: Simak Rekayasa Lalu Lintas Dampak Pembangunan Jembatan Bokwedi Pasuruan

Akibat para pekerja teknis kurang fokus, payung terus dipaksa mengembang. Sehingga, tiga jari-jari payung yang lainnya ikut bengkok.

Tidak sampai disitu, 4 arm di 4 jari-jari payung pun mengalami kerusakan hingga mengakibatkan payung tidak mengembang sempurna.

"Kabar yang beredar itu patah dan roboh. Saya tegaskan itu tidak benar. Tiang payung masih berdiri kokoh. Ada 4 arm yang rusak dan 4 jari-jari payung bengkok. Kita minta semuanya itu diganti, bukan diperbaiki," tegasnya.

Baca Juga: Dua Kali Diteror Molotov, Warga Pasuruan Ajukan Perlindungan LPSK

Untuk mengantisipasi kejadian serupa terjari, Basuki pun meminta pelaksana proyek menambah 10 orang lagi tenaga teknis.

"Kejadian ini menjadi peringatan dini bagi kami, untuk pemasangan payung yang ketiga yang akan dilakukan pada nanti malam," tandasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.