Jumat, 19 Jun 2026 03:36 WIB

Ubaya Launching Pojok Doelanan di Ketapanrame Mojokerto jadi Desa Wisata Edukasi

Keseuran bermain di Pojok Doelanan Trawas. (Foto-foto: Elenita for jatimnow.com)
Keseuran bermain di Pojok Doelanan Trawas. (Foto-foto: Elenita for jatimnow.com)

jatimnow.com - Tim matching fund (MF) Universitas Surabaya (Ubaya) mengembangkan potensi wisata di Desa Ketapanrame menjadi edu-tourism dengan meluncurkan Pojok Doelanan di desa setempat.

Kegiatan yang mengangkat tema “Scale Up Industri Pariwisata: Digitalisasi dan Layanan Jasa Pariwisata Berbasis Edukasi di Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto” itu diluncurkan pada Jumat (9/12/2022).

Baca Juga: 22 Lulusan SMA Santo Carolus Surabaya Berhasil Tembus PTN

Saat launching tersebut tampak diikuti oleh Kepala Desa, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Ketapanrame Kabupaten Mojokerto dan para peserta lomba permainan tradisional untuk anak tingkat sekolah dasar (SD).

Diketahui matching fund garapan dari tim gabungan beberapa dosen seperti Hari Hananto, Hayuning Purnama Dewi, Aluisius Hery Pratono, dari Fakultas Bisnis dan Ekonomika. Sedangkan tim dosen dari fakultas Psikologi, Dr. Harijanto Tjahjono, dan Dr. Dra. Lena Nessyana Pandjaitan, serta dibantu oleh beberapa mahasiswa.

Ketua tim pengusul matching fund (MF), Hari Hananto, mengatakan, Pojok Doelanan yang merupakan salah satu program utama matching fund ini akan digunakan sebagai salah satu edukasi yang memperkenalkan permainan tradisional.

“Kalau selama ini anak-anak sering main di HP, kami ingin mereka punya aktivitas olah fisik dengan bermain permainan tradisional. Pojok Doelanan bisa dimanfaatkan oleh sekolah dan orang tua untuk mengajak anaknya belajar dan bersosialisasi dengan sesamanya,” ujar Hari.

Permainan yang dilombakan yakni egrang, ular tangga, engkle, jalan pakai batok, foto bersama teman, melukis layang-layang, dan gasing.

"Peserta berasal dari tiga sekolah SD di Mojokerto, yaitu SDN Ketapanrame I, SDN Ketapanrame II, dan MI Dwi Dasa Warsa," bebernya.

Hari mengungkapkan inisiasi mengembangkan Desa Ketapanrame menjadi desa wisata edukasi dilatarbelakangi oleh perkembangan desa ini menjadi desa wisata yang tumbuh pesat dan dikenal masyarakat luas, namun perkembangannya belum sepenuhnya merata.

Baca Juga: Mahasiswa FIK Ubaya Sabet Tiga Gelar di Asian Student Fashion Week 2026

Ubaya berkeinginan untuk meningkatkan cakupan wisata yang lebih luas yakni pengembangan wisata berbasis edukasi.

“Kami memanfaatkan sarana, prasarana, area, fasilitas wisata, sumber daya manusia, serta dukungan program pengembangan desa melalui anggaran desa. Kontribusi ini membuat potensi pengembangan wisata sangatlah menjanjikan,” ungkapnya.

Selain itu, tambahnya. Pengembangan lainnya akan diarahkan pada usaha penyelesaian masalah sampah sekaligus alternatif materi edukasi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat (Zero Waste Management).

"Untuk edu-tourism, implementasi dari program ini adalah mengembangkan area taman untuk informasi kekayaan botani (Nusantara Botanical Garden), memberikan workshop tentang pengelolaan tempat wisata, serta mendesain area sekaligus permainan bagi anak-anak (Pojok Doelanan)," bebernya.

Baca Juga: Reforma Agraria Dinilai Penting untuk Ketahanan Pangan Nasional

Melalui pengembangan wisata edukasi ini, Hari juga berharap mampu mendukung peran pemerintah dalam meningkatkan literasi bagi masyarakat berbasis teknologi informasi (augmented reality). Sehingga bisa menjadi alternatif sumber pemasukan wisata buat bagi desa setempat.

"Selain itu, kegiatan ini juga memberikan kesempatan bagi dosen dan mahasiswa untuk berperan aktif melalui kepakaran dan pengalaman pendidikan dalam mengembangkan potensi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tandasnya.

Sementara itu Kepala Desa Ketapanrame, H. Zainul Arifin, menyampaikan apresiasinya terhadap seluruh pihak termasuk Ubaya yang telah berkolaborasi mengembangkan Desa Ketapanrame.

“Dengan adanya pengembangan ini, kami mau pengunjung tidak hanya menikmati alam saja, tetapi juga mendapat edukasi. Mudah-mudahan ini menjadi suatu hal baik demi kemajuan desa dalam hal potensi desa wisata,” ungkapnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.