Sabtu, 06 Jun 2026 08:05 WIB

Reforma Agraria Dinilai Penting untuk Ketahanan Pangan Nasional

Rudi Rubijaya (kiri) saat menyampaikan materi seminar nasional di Ubaya pada Senin (25/05/2026). (Foto: Humas Ubaya for jatimnow.com)
Rudi Rubijaya (kiri) saat menyampaikan materi seminar nasional di Ubaya pada Senin (25/05/2026). (Foto: Humas Ubaya for jatimnow.com)

jatimnow.com - Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Surabaya bekerja sama dengan Notaris dan PPAT Alumni Ubaya (NPAU) menggelar seminar nasional bertema reforma agraria dan ketahanan pangan nasional di Kampus Ubaya Tenggilis, Senin (25/5/2026).

Seminar bertajuk “Problematika LSD, LBS, LP2B, dan Lahan Hutan dalam Reforma Agraria Terkait Ketahanan Pangan Nasional” tersebut menghadirkan Direktur Landreform Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional RI, Rudi Rubijaya.

Baca Juga: Cara Unik DKV Ubaya Dongkrak Literasi, Visualkan Tokoh Fiksi di Atas Buku

Dalam paparannya, Rudi menilai penataan aset melalui reforma agraria menjadi kebutuhan penting di tengah meningkatnya jumlah penduduk dan keterbatasan lahan.

“Tanah harus dimanfaatkan sesuai karakter fisik dan sosial budayanya agar dapat memberikan manfaat maksimal sekaligus menciptakan keseimbangan,” ujar Rudi.

Ia menjelaskan reforma agraria tidak hanya berkaitan dengan penataan kepemilikan tanah, tetapi juga berpengaruh terhadap pengurangan konflik agraria, pemerataan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, hingga ketahanan pangan nasional.

Menurut dia, masyarakat perlu lebih berhati-hati saat membeli tanah dengan memastikan kesesuaian tata ruang agar tidak menimbulkan persoalan hukum maupun konflik pemanfaatan lahan di kemudian hari.

Baca Juga: Gandeng FH Ubaya, BPN Jatim Percepat Digitalisasi Pertanahan Jatim

Ketua Program Studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Ubaya, Yoan Nursari Simanjuntak, mengatakan seminar tersebut digelar karena kebijakan reforma agraria masih memunculkan banyak persoalan di masyarakat, terutama terkait pengelolaan lahan dan ketahanan pangan.

“Seminar ini menjadi ruang diskusi antara pemerintah dan masyarakat agar persoalan terkait LSD, LBS, LP2B, dan lahan hutan dapat dipahami secara lebih jelas,” kata Yoan.

Ia menambahkan kegiatan tersebut merupakan bagian dari forum ilmiah rutin yang digelar Magister Kenotariatan FH Ubaya untuk membahas persoalan kenotariatan dan pertanahan yang berkembang di masyarakat.

Baca Juga: Marinir Panen 17 Ton Padi di Sidoarjo, Perkuat Pangan TNI AL

Sementara itu, Ketua Notaris dan PPAT Alumni Ubaya (NPAU), David Hardjo, menyebut kolaborasi antara alumni dan kampus diperlukan agar kegiatan akademik dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Sinergi antara alumni dan kampus penting untuk menghadirkan kegiatan yang produktif dan tepat sasaran,” ujarnya.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.