Selasa, 21 Jul 2026 23:13 WIB

Reforma Agraria Dinilai Penting untuk Ketahanan Pangan Nasional

Rudi Rubijaya (kiri) saat menyampaikan materi seminar nasional di Ubaya pada Senin (25/05/2026). (Foto: Humas Ubaya for jatimnow.com)
Rudi Rubijaya (kiri) saat menyampaikan materi seminar nasional di Ubaya pada Senin (25/05/2026). (Foto: Humas Ubaya for jatimnow.com)

jatimnow.com - Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Surabaya bekerja sama dengan Notaris dan PPAT Alumni Ubaya (NPAU) menggelar seminar nasional bertema reforma agraria dan ketahanan pangan nasional di Kampus Ubaya Tenggilis, Senin (25/5/2026).

Seminar bertajuk “Problematika LSD, LBS, LP2B, dan Lahan Hutan dalam Reforma Agraria Terkait Ketahanan Pangan Nasional” tersebut menghadirkan Direktur Landreform Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional RI, Rudi Rubijaya.

Baca Juga: Guru Besar Teknik Kimia Ubaya Masuk Jajaran Peneliti Elite Dunia

Dalam paparannya, Rudi menilai penataan aset melalui reforma agraria menjadi kebutuhan penting di tengah meningkatnya jumlah penduduk dan keterbatasan lahan.

“Tanah harus dimanfaatkan sesuai karakter fisik dan sosial budayanya agar dapat memberikan manfaat maksimal sekaligus menciptakan keseimbangan,” ujar Rudi.

Ia menjelaskan reforma agraria tidak hanya berkaitan dengan penataan kepemilikan tanah, tetapi juga berpengaruh terhadap pengurangan konflik agraria, pemerataan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, hingga ketahanan pangan nasional.

Menurut dia, masyarakat perlu lebih berhati-hati saat membeli tanah dengan memastikan kesesuaian tata ruang agar tidak menimbulkan persoalan hukum maupun konflik pemanfaatan lahan di kemudian hari.

Baca Juga: BSI Gandeng SGN, Bangun Ekosistem Keuangan Syariah Industri Gula

Ketua Program Studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Ubaya, Yoan Nursari Simanjuntak, mengatakan seminar tersebut digelar karena kebijakan reforma agraria masih memunculkan banyak persoalan di masyarakat, terutama terkait pengelolaan lahan dan ketahanan pangan.

“Seminar ini menjadi ruang diskusi antara pemerintah dan masyarakat agar persoalan terkait LSD, LBS, LP2B, dan lahan hutan dapat dipahami secara lebih jelas,” kata Yoan.

Ia menambahkan kegiatan tersebut merupakan bagian dari forum ilmiah rutin yang digelar Magister Kenotariatan FH Ubaya untuk membahas persoalan kenotariatan dan pertanahan yang berkembang di masyarakat.

Baca Juga: 22 Lulusan SMA Santo Carolus Surabaya Berhasil Tembus PTN

Sementara itu, Ketua Notaris dan PPAT Alumni Ubaya (NPAU), David Hardjo, menyebut kolaborasi antara alumni dan kampus diperlukan agar kegiatan akademik dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Sinergi antara alumni dan kampus penting untuk menghadirkan kegiatan yang produktif dan tepat sasaran,” ujarnya.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.