Jumat, 19 Jun 2026 14:30 WIB

Polrestabes dan Polda Jatim Pelototi Video Tawuran Gengster di Medsos

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Akhmad Yusep Gunawan. (foto: dok jatimnow.com)
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Akhmad Yusep Gunawan. (foto: dok jatimnow.com)

jatimnow.com - Polretabes Surabaya bersama Ditreskrimsus Polda Jatim melakukan patroli siber di media sosial. Patroli ini perlu dilakukan guna mengantisipasi munculnya video tawuran lama yang diunggah kembali.

Dari hasil patroli siber ini, Polrestabes Surabaya mengamankan lima video tawuran lama yang diunggah kembali.

Baca Juga: DPRD Surabaya Dukung Penegakan Hukum Kasus Pengeroyokan Siswa SMAN 11

Kapolrestabes Surabaya Kombes Akhmad Yusep Gunawan mengatakan pihaknya menyayangkan konten-konten atau video lama terkait aksi tawuran yang dimunculkan kembali oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

"Ada lima video lama yang beredar. Termasuk kejadian yang memakai petasan di Tanjungsari. Kemudian dimodifikasi oleh cuitan-cuitan di medsos. Munculnya video ini menggiring opini masyarakat, seolah-olah terjadi saat ini," ungkap Yusep, Senin ( 5/12/2022).

Yusep menambahkan upaya penganggulangan aksi gengster telah dilakukan oleh kepolisian dan Pemerintah Kota Surabaya, serta pihak-pihak lain yang mendukung suasana ketertiban masyarakat. Namun, dengan munculnya konten-konten lama bisa memicu kembali gangguan kenyamanan dan keamanan warga.

Baca Juga: Dewan Kesenian Surabaya Persoalkan Ultimatum 7 Hari Pengambilan Gamelan

"Sempat muncul di media sosial, konten tentang aksi geng atau rombongan geng bermotor di wilayah Surabaya barat atau Kenjeran dan terjadi tawuran di beberapa titik. Sebenarnya itu konten lama, yang kemudian diunggah kembali, ini sangat disayangkan," jelas Yusep.

Beredaranya video lama terkait aksi gengster, Yusep menegaskan hal itu menjadi perhatian Polrestabes Surabaya. Bahkan Polda Jatim juga ikut memonitor beredarnya video-video lama yang beredar di media sosial.

Baca Juga: Dua Bulan Operasi, 192 Bandit Jalanan Surabaya Dikerangkeng

"Iya saat ini tengah kami selidiki, siapa yang mengunggah. Ini juga sudah kami laporkan ke Direktorat Krimsus, untuk men-tracking postingan yang dapat meresahkan. Artinya akan kita mintai pertanggung jawaban," imbuh Yusep.

Pada dasarnya, fakta di lapangan tidak ada. Mari kita bijak, dalam meninggalkan jejak digital. Untuk tidak memposting peristiwa-peristiwa yang terjadi sebelumnya," pungkasnya.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.