Jumat, 19 Jun 2026 19:36 WIB

Di Tulungagung Ada Upacara Adat Bersih Nagari, Apa Itu?

Warga berebut tumpeng dalam upacara Bersih Nagari. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Warga berebut tumpeng dalam upacara Bersih Nagari. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pemkab Tulungagung menggelar upacara adat Bersih Nagari. Upacara ini merupakan rangkaian acara peringatan Hari Jadi ke-817 Tulungagung.

Upacara adat tersebut diselenggarakan setiap tanggal 18 November, sesuai dengan penanggalan dalam Prasasti Lawadan, yang ditetapkan sebagai rujukan peringatan Hari Jadi Kabupaten Tulungagung.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Dalam upacara ini dua buah tumpeng berukuran raksasa yang diberi nama Tumpeng Lanang dan Buceng Wadon, diarak menuju Pendopo Kongas Arum Kusumaningbongso.

Tumpeng Lanang terdiri dari nasi kuning lengkap dengan aneka lauk pauk, sedangkan Buceng Wadon berisi aneka buah-buahan.

Setelah didoakan, kedua tumpeng ini kemudian dibawa ke luar pendopo. Ribuan warga yang telah menunggu di luar halaman langsung berebut isi tumpeng.

Sutinah (37), salah seorang warga yang ikut berebut tumpeng ini mengaku senang dengan upacara ini. Selama 2 tahun terkahir, tradisi berebut tumpeng tersebut ditiadakan karena dalam masa pandemi Covid-19.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Masyarakat sangat antusias memperebutkan isi dari tumpeng yang telah didoakan ini. Begitu pintu pagar pendopo dibuka, mereka langsung berlari berebut isi tumpeng.

"Ini dapat buah dan aneka sayuran rencana untuk dimasak sendiri," ujarnya, Jumat (18/11/2022)

Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo menjelaskan, upacara adat Bersih Nagari ini merupakan bentuk rasa syukur akan limpahan berkah yang selama ini masyarakat dapatkan. Melalui upacara adat ini pihak Pemkab berharap Tulungagung akan semakin lebih baik di tahun mendatang. Kondisi ekonomi masyarakat diharapkan dapat kembali pulih setelah dalam dua tahun terkahir terdampak pandemi Covid-19.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

"Yang pasti ekonomi masyarakat harus dapat bangkit dan pulih pascapandemi ini," pungkasnya.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.