Sabtu, 13 Jun 2026 03:11 WIB

Banjir Pacitan

18 Rumah Nyaris Hanyut, Baru Dua KK yang Diungsikan

Rumah warga yang nyaris hanyut banjir di Pacitan
Rumah warga yang nyaris hanyut banjir di Pacitan

jatimnow.com - Hujan deras terus mengguyur Desa Karangrejo, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan mulai Kamis kemarin hingga Jumat (9/3/2018) pagi ini.

Selama dua hari hujan, banjir merusak sejumlah lahan yang berada di bibir sungai. Tidak hanya itu, sebanyak 18 rumah yang ada di Dusun Hilir, Desa Karangrejo, Kabupaten Pacitan hampir hanyut. Karena debit sungai Grindulu terus meningkat.

Baca Juga: Berkali Ganti Bupati, Warga Karang Mluwo Jember Masih Dihantui Banjir

Bahkan, ganang di halaman rumah terus terkikis. Jarak antara rumah dengan sungai tidak lebih dari 2 meter.

Meski demikian, dari 18 rumah yang dihuni 45 warga , hanya 2 KK yang mengungsi. Itu pun karena dipaksa, karena semakin membahayakan.

Alasan mereka yang bertahan karena memang seluruh harta benda masih ada di dalam rumah. Pun akses keluar dusun terputus karena jembatan ambrol.

"Masih di rumah. Tidak ada lahan untuk lokasi yang baru. Akses jalannya juga terputus. Jembatannya kan ambrol," kata Mutrifin, salah satu warga.

Dia pun mengaku khawatir, karena derasnya air sungai dan hujan. Pasti lambat laun akan menghanyutkan rumahnya.

Sementara, Kepala Desa Karangrejo, Sukoiri, mengatakan 18 KK masih ingin bertahan di rumahnya masing-masing.

Baca Juga: PMI Surabaya Galang Donasi Kemanusiaan lewat Bulan Dana 2026

"Dari desa tidak bisa berbuat banyak. Namun dia berharap Pemkab Pacitan segera turun tangan. Turun lebih cepat, karena kondisinya samgat mendesak," katanya.

Dia menjelaskan, yang paling perlu adalah tanggul atau plengsengan. "Ya pengennya dibuat plengsengan saja," ujarnya.

Sementara itu, Dandim 0801, Letkol Kav Aristoteles Hengkeng Nusa Lawitang , mengaku, memang ada 18 rumah terancam hanyut. Dua KK sudah diungsikan, yaitu Toha dengan 3 anggota keluarganya dan Simis dengan 4 anggota keluarganya.

"Lainnya masih bertahan. Dua itu kami ungsikan karena memang membahayakan," kata Letkol Kav Aristoteles.

Baca Juga: Siswa di Jember Naik Rakit ke Sekolah, Jembatan Putus Diterjang Banjir

 

Reporter: Mita Kusuma

Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.