Kamis, 11 Jun 2026 05:03 WIB

Begini Cara Gus Miftah Bangun Citra Positif Madura

Gus Miftah bersama pengasuh ponpes Syaikhona Kholil, RKH Moh Nasih Aschal. (foto: Fathor Rahman/jatimnow.com)
Gus Miftah bersama pengasuh ponpes Syaikhona Kholil, RKH Moh Nasih Aschal. (foto: Fathor Rahman/jatimnow.com)

jatimnow.com - Citra Madura sempat tercoreng akibat isu radikalisme, korupsi, dan berbagai framing buruk lainnya dalam beberapa hari terakhir. Menepis hal tersebut, Lora se Madura melakukan dakwah di atas kapal bersama Gus Miftah.

Menilai hal itu, Gus Miftah mengaku bahwa citra Madura yang selama ini beredar di masyarakat jauh berbeda dengan kondisi sosial saat ini. Menurutnya, Madura merupakan daerah yang cukup terbuka namun tetap memegang teguh warisan leluhur.

Baca Juga: Jangan Biarkan Kasus MBG Tenggelam

“Yang saya lihat di sini, justru masyarakat Madura sangat dinamis dan terbuka tanpa melupakan warisan leluhur, dan Madura ini sangat NKRI,” katanya saat berdakwah di atas kapal di selat Madura.

Dalam kegiatan itu, ia membagikan metode dakwah melalui media sosial, namun tidak melupakan kultur pesantren. Cara ini menurutnya bisa masuk dan diterima berbagai lini.

“Kebetulan saya cukup aktif dengan metode dakwah di media sosial. Sehingga metode itu bisa digunakan untuk tetap eksis namun tifak melupakan kultur pesantren,” jelasnya.

Baca Juga: MBG, Korupsi dan Kegagalan Tata Kelola Kebijakan

Sementara itu, pengasuh pondok pesantren Syaikhona Kholil mengatakan diskusi yang dilakukan Lora se Madura ini sebagai bentuk kepedulian para ulama terhadap isu radikalisme dan citra buruk Madura.

Selain itu, pemilihan kapal dalam lokasi diskusi dan dakwah sebagai bentuk kepedulian terhadap matinya perekonomian masyarakat di sekitar pelabuhan Kamal.

“Kami cukup prihatin dengan berbagai isu dan framing yang menciptakan citra buruk masyarakat Madura. Dari hasil diskusi ini kami menilai Madura cukup kondusif dan aman serta sangat memegang teguh prinsip para leluhur,” tegasnya.

Baca Juga: Dua Terdakwa Korupsi SKTM RSUD dr Iskak Tulungagung Divonis Bersalah

Pihaknya akan terus memperbaiki citra Madura agar lebih baik. Salah satunya dengan memaksimalkan potensi Madura, serta melakukan dakwah melalui berbagai metode agar semakin menjangkau semua lapisan masyarakat.

“Kita rangkul semua elemen dan bersama-sama membangun Madura lebih baik agar citra Madura lebih positif. Kami mengajak Gus Miftah, karena beliau memiliki metode dakwah yang bisa diterima semua kalangan,” pungkasnya.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.