Jumat, 19 Jun 2026 02:42 WIB

Bocah Hanyut di Sungai Song Tulungagung Belum Ditemukan, Ini Kendalanya

Petugas saat melakukan proses pencarian di sungai Song. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Petugas saat melakukan proses pencarian di sungai Song. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Tim gabungan dari Basarnas serta relawan masih melakukan pencarian terhadap MWZ (12), bocah yang hanyut di aliran Sungai Song, Desa Mojosari, Kecamatan Kauman, Kabupaten Tulungagung.

Tim sudah memperluas radius pencarian pada hari kedua ini. Meksipun begitu, hingga saat ini korban belum berhasil ditemukan. Proses pencarian dihentikan dan akan kembali dilanjutkan besok.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Koordinator Pos Basarnas Trenggalek, Yoni Fariza mengatakan, di hari kedua ini Tim SAR gabungan melakukan pencarian hingga radius 5 Km dari lokasi kejadian. Sebanyak 40 orang dilibatkan dalam proses tersebut. Mereka terdiri dari unsur Basarnas, BPBD, relawan dan anggota masyarakat. Proses pencarian dihentikan sekitar pukul 17.00 WIB dan dilanjutkan besok.

"Hari kedua ini korban belum berhasil ditemukan, proses pencarian kita lanjutkan besok," ujarnya, Selasa (1/11/2022).

Terdapat tiga tim yang diterjunkan selama proses pencarian berlangsung. Tim pertama bertugas menyusuri dan bermanuver menggunakan perahu karet di lokasi hilangnya korban. Sedangkan tim kedua melakukan penelusuran di sungai dan tim ketiga melakukan pemantauan di beberapa titik yang dilewati oleh aliran Sungai Song ini.

"Tim ketiga, melakukan pantauan via darat di titik tertentu, yang dimungkinkan korban tersangkut," tuturnya.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Kontur Sungai Song yang melewati kawasan pemukiman warga menjadi kendala dalam proses pencarian ini. Petugas kesulitan menurunkan perahu karet di beberapa titik karena pinggiran sungai telah dibuat plengsengan. Di sepanjang aliran sungai juga banyak ditumbuhi pohon bambu sehingga mereka sulit melakukan manuver.

"Ditambah, kedalaman dan kontur sungai yang tidak merata," pungkasnya.

Sebelumnya, seorang bocah berinisal MWZ (12) asal Dusun Krajan, Desa Mojosari, Kecamatan Kauman, Tulungagung, tenggelam dan terbawa arus di Sungai Song. Kejadian itu bermula pada 14.30 WIB ada tiga anak memancing di Sungai Song, yakni MII, MAR dan S.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Tak berselang lama korban mendatangi ke tiga temannya pada saat itu memancing. Korban dan ke tiga temannya memutuskan untuk berenang di Sungai Song. Pada saat itu, korban juga diingatkan agar tidak berenang ke tengah, karena tidak bisa berenang.

Tapi korban malah berenang ke tengah dan akhirnya tenggelam terbawa arus sungai, sekitar 15.00 WIB. Di lokasi kejadian, polisi juga menemukan pakaian, celana dan sandal milik korban. Diketahui bahwa korban berenang di Sungai Song tanpa menggunakan pakaian.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.