Jumat, 12 Jun 2026 10:20 WIB

Jenis Makanan Penyebab Gagal Ginjal yang Wajib Anda Batasi

Ilustrasi: Es krim Orlando dibuat dari resep Italia yang dipadukan dengan selera warga Surabya. (Foto: Zain Ahmad/jatimnow.com)
Ilustrasi: Es krim Orlando dibuat dari resep Italia yang dipadukan dengan selera warga Surabya. (Foto: Zain Ahmad/jatimnow.com)

jatimnow.com - Ginjal merupakan salah satu organ utama dalam tubuh manusia. Ginjal memiliki banyak fungsi. Di antaranya menyaring darah, membuang limbah atau kotoran sisa metabolisme, mengontrol tekanan darah, serta mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit di dalam darah.

Saat seseorang mengalami gagal ginjal, fungsi-fungsi tersebut tidak berjalan normal. Gagal ginjal tidak hanya disebabkan suatu penyakit atau gaya hidup yang tidak sehat. Risiko Anda mengalami gagal ginjal juga akan meningkat jika sering mengonsumsi makanan penyebab gagal ginjal.

Baca Juga: Yayasan Amway Peduli dan UC Surabaya Gelar Edukasi Kesehatan Anak Muda

jatimnow.com merangkum dari situs resmi Kemenkes RI melalui kanal alodokter untuk menghindari penyebab gagal ginjal:

1. Makanan tinggi garam atau natrium

Anda boleh saja mengonsumsi makanan yang mengandung garam (natrium/sodium). Hanya saja, jumlahnya perlu dibatasi, yaitu tidak lebih dari 2000 mg sodium setiap harinya. Batas asupan sodium yang direkomendasikan untuk memelihara kesehatan ginjal tersebut setara dengan 1 hingga 1,5 sendok teh garam per hari.

Ketika Anda mengonsumsi terlalu banyak garam, ginjal perlu bekerja lebih keras untuk membuang natrium. Meningkatnya beban kerja ginjal inilah yang dapat merusak ginjal dan menyebabkan gagal ginjal.

Selain itu, asupan garam atau natrium ini perlu dibatasi karena jika jumlahnya terlalu banyak, bisa menimbulkan tekanan darah tinggi. Jika dibiarkan berkepanjangan, tekanan darah tinggi bisa menyebabkan kerusakan ginjal permanen.

Beberapa makanan tinggi sodium yang perlu dibatasi adalah makanan olahan, seperti sosis, kornet, dan ikan asin. Saat mengonsumsi makanan olahan, perhatikan kandungan natrium yang tertera pada kemasannya. Jika tersedia, sebaiknya pilih makanan yang berlabel rendah garam atau salt free.

2. Makanan yang terlalu banyak mengandung protein

Protein pada dasarnya memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, di antaranya memperbaiki jaringan tubuh, menjaga kesehatan tulang, mengontrol tekanan darah, dan meningkatkan massa otot. Namun jika jumlah yang dikonsumsi melebihi kebutuhan, protein justru berpotensi merusak ginjal.

Baca Juga: Pola Makan Instan Ancam Kesehatan Keluarga

Saat tubuh mendapat asupan protein dari makanan, protein tersebut akan diolah melalui proses metabolisme. Proses ini akan menghasilkan zat sisa atau limbah yang nantinya akan dibuang dari dalam tubuh oleh ginjal.

Mengonsumsi terlalu banyak makanan berprotein tinggi akan membuat beban kerja ginjal meningkat karena harus membuang lebih banyak zat sisa metabolisme protein. Inilah yang menjadikan salah satu alasan mengapa penderita penyakit ginjal, seperti gagal ginjal, perlu membatasi asupan protein.

Rekomendasi asupan protein harian yang dianjurkan untuk orang dewasa adalah 55–60 gram per hari. Makanan yang mengandung protein tinggi antara lain daging, ikan, kacang-kacangan, telur, serta susu dan olahannya, seperti yoghurt dan keju.

3. Makanan tinggi gula

Mengonsumsi makanan yang mengandung banyak gula dapat menyebabkan kadar gula darah tinggi. Jika kebiasaan ini tidak dihentikan, gula darah yang tinggi lama-kelamaan dapat menyebabkan insulin sulit bekerja. Akibatnya, Anda bisa mengalami diabetes.

Baca Juga: Tren Penyakit Gagal Ginjal Naik di Trenggalek, Pasien Termuda Usia 15 Tahun

Jika sudah mengalami diabetes, terlebih jika kadar gula darah cenderung tidak terkontrol, dapat muncul komplikasi pada ginjal yang disebut nefropati diabetik. Inilah alasan mengapa kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi gula dapat menyebabkan kerusakan ginjal.

Beberapa makanan tinggi gula yang mungkin sering Anda temui adalah kecap manis, permen, cokelat, es krim, dan sereal.

4. Makanan tinggi fosfor

Fosfor sebenarnya dibutuhkan tubuh untuk menjaga kesehatan tulang. Akan tetapi, jumlah konsumsinya harus diperhatikan. Sebab beberapa penelitian menyatakan bahwa mengonsumsi terlalu banyak fosfor dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit ginjal.

Konsumsi fosfor sebaiknya tidak lebih dari 1.000 mg per hari. Jika Anda mengonsumsi fosfor lebih banyak dari itu, bukan hanya penyakit ginjal yang mengintai Anda, tapi juga penyakit jantung dan perlemahan tulang.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.