Sabtu, 06 Jun 2026 22:04 WIB

Pola Makan Instan Ancam Kesehatan Keluarga

jatimnow.com - Gempuran makanan instan dan olahan kian mendominasi meja makan keluarga. Pola konsumsi praktis tersebut memicu kekhawatiran terhadap kualitas gizi, terutama bagi anak-anak yang sedang tumbuh.

Di Lamongan, perubahan pola makan terasa di tengah gaya hidup serba cepat. Menu harian banyak diisi gorengan, makanan olahan, hingga minuman berpemanis. Kondisi itu beririsan dengan meningkatnya risiko gizi buruk, stunting, hingga obesitas.

Baca Juga: Indomobil eMotor QT Meluncur di Surabaya, Motor Listrik Stylish Rp16 Jutaan

Dahlina Rosyida, mantan atlet balap sepeda yang kini aktif sebagai pelari, memilih jalur berbeda. Ia menjaga asupan makanan untuk menopang aktivitas fisiknya.

“Kalau tidak diimbangi makanan bernutrisi, risiko cedera bisa menghentikan aktivitas olahraga,” ujarnya.

Perempuan yang akrab disapa Nana itu rutin mengonsumsi sayur, telur rebus, dan buah segar. Pola makan dijaga disiplin, termasuk membatasi waktu makan terakhir pada sore hari. Kebiasaan tersebut ia tularkan kepada anak-anaknya.

Menurut Nana, menjaga kesehatan bukan soal latar belakang atlet, melainkan kemauan.

“Semua kembali ke kesadaran masing-masing. Pola hidup sehat bisa dimulai dari rumah,” katanya.

Pandangan serupa disampaikan Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Jawa Timur, dr. Andriyanto. Ia menyebut keluarga, terutama ibu, memegang kendali utama dalam membentuk pola konsumsi.

“Edukasi gizi perlu diberikan kepada ibu yang memiliki balita dan anak dalam masa pertumbuhan,” ujarnya.

Ia mengingatkan, masalah kesehatan tidak selalu berasal dari satu jenis makanan. Gorengan, makanan instan, maupun minuman berpemanis tetap bisa dikonsumsi selama porsinya terjaga.

“Masalah muncul ketika konsumsi berlebihan dan terus-menerus,” kata Andriyanto.

Di sisi lain, kebutuhan energi saat beraktivitas membuat sebagian orang tetap mengonsumsi minuman tertentu.

Baca Juga: Apresiasi Karya Jurnalistik JAPFA 2026

Kristiono, pelari trail asal Surabaya, mengaku sesekali minum minuman berkarbonasi saat membutuhkan tambahan kalori.

“Saya tidak rutin. Biasanya saat kondisi tertentu, misalnya cuaca panas atau jeda makan terlalu lama,” ujarnya.

Perubahan gaya hidup sehat mulai menguat sejak pandemi Covid-19. Aktivitas olahraga dan konsumsi makanan sehat menjadi bagian dari rutinitas masyarakat. Namun, pergeseran tersebut belum sepenuhnya diikuti perubahan pola makan di semua lapisan.

Industri makanan dan minuman menghadapi tekanan untuk beradaptasi. Deputy Head for Agriculture, Food and Beverage EuroCham Indonesia, Dhedy Adi Nugroho, mengakui produsen tengah menyesuaikan komposisi produk.

“Produsen melakukan reformulasi, seperti mengurangi gula. Prosesnya panjang dan membutuhkan biaya besar,” katanya.

Selain itu, produsen mulai menerapkan pengendalian porsi dan memperbanyak edukasi komposisi produk kepada konsumen. Produk dengan kandungan gula rendah hingga tanpa gula juga mulai diperluas.

Baca Juga: Mobile Gaming Kian Populer, Higgs Games Island Bidik Pengguna Harian

“Produksi minuman zero sugar sudah mencapai sekitar 10 sampai 20 persen dari total produksi,” ujar Dhedy.

Meski begitu, selera masyarakat masih menjadi tantangan. Rasa manis dan gurih tetap mendominasi preferensi konsumsi.

Di tengah perdebatan soal makanan kemasan, data menunjukkan sumber gula terbesar justru berasal dari gula rumah tangga dan sirup. Minuman kemasan berada di posisi lebih rendah karena komposisinya terukur dan tercantum jelas pada label.

Andriyanto mengingatkan, solusi tidak cukup berhenti pada regulasi atau industri. Perubahan harus dimulai dari ruang makan keluarga.

“Komunikasi tentang makanan sehat harus dibangun di rumah. Pendekatan berbasis kebiasaan dan budaya akan lebih mudah diterima,” ujarnya.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.