Kamis, 11 Jun 2026 22:27 WIB

233 Kepala Keluarga di Sampang Terdampak Banjir, Begini Kondisinya

Air luapan menggenangi ratusan rumah dan persawahan di Sampang, Rabu (26/10/2022).(Foto: Fathor Rahman)
Air luapan menggenangi ratusan rumah dan persawahan di Sampang, Rabu (26/10/2022).(Foto: Fathor Rahman)

jatimnow.com - Banjir di Kabupaten Sampang tidak hanya menggenangi akses jalan. Namun juga berdampak terhadap 233 Kepala Keluarga (KK).

Data yang dihimpun dari Polsek Jrengik, sebanyak empat desa terdampak banjir. Yakni, Desa Panyepen, Desa Majangan, Desa Margantoko dan Desa Taman di Kecamatan Jrengik.

Baca Juga: Ruang Kelas Ambruk, BPBD Tulungagung Siapkan Tenda Darurat Untuk Belajar Siswa

Di Desa Panyepen, ada tiga dusun yang terdampak. Dusun Ba'batoh ada 6 rumah terendam banjir, Dusun Nyiburan sebanyak 9 KK dan di Dusun Talian sebanyak 6 rumah terdampak. Di lokasi ini ketinggian air mencapai 60 sentimeter dan 24 orang dievakuasi petugas BPBD dan kepolisian. Sebagian lokasi genangan hanya setinggi 20 sentimeter.

Selanjutnya, air juga membanjiri Desa Margantoko yang dirasakan sebanyak 173 KK. Namun warga tidak ada yang diungsikan meski kondisi genangan air setinggi 40 cm. Sementara di dua desa lainnya, yakni Desa Majangan dan Desa Taman, tidak menggenangi rumah warga. Air hanya menggenangi persaawahan dengan ketinggian 30 sampai 40 sentimeter.

Kapolsek Jrengik Iptu Budi Purnomo menyampaikan, pihaknya sudah melakukan pendataan di empat desa. Data itu akan terus diupdate jika ada tambahan korban terdampak.

"Tidak ada korban jiwa. Termasuk tidak ada rumah rusak. Hanya genangan saja terjadi di empat desa, " katanya, Rabu (26/10/2022).

Baca Juga: Berkali Ganti Bupati, Warga Karang Mluwo Jember Masih Dihantui Banjir

Jumlah total keluarga terdampak cukup banyak. Terutama di dua desa, yakni Desa Margantoko dan Desa Panyepen. Sementara di dua desa tidak ada rumah terdampak.

Kepala BPBD Sampang Asroni menyampaikan, luapan air terjadi akibat tingginya curah hujan dalam beberapa hari.

"Air berasal dari Sungai Konang ditambah debit air dari Kecamatan Tambelangan. Sehingga membanjiri perumahan dan persawahan di empat desa, " katanya.

Baca Juga: Tiga Warga Blitar Terseret Arus Sungai Brantas, Satu Dinyatakan Hilang

Pihak BPBD mengimbau agar masyarakat waspada. Sebab saat ini kondisi cuaca cukup ekstrem. Jadi jika hujan lebat dan cukup lama warga segera siaga. 

 

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.