Senin, 15 Jun 2026 17:24 WIB

Cegah Banjir, Anak Sungai Wrati di Gempol Pasuruan Dikeruk

  • Penulis : Moch Rois
  • | Selasa, 25 Okt 2022 14:37 WIB
Proses pengerukan sedimen anak Sungai Wrati. (Foto-foto: Moch. Rois/jatimnow.com)
Proses pengerukan sedimen anak Sungai Wrati. (Foto-foto: Moch. Rois/jatimnow.com)

jatimnow.com - Sedimen di anak Sungai Wrati yang mengalir di Desa Gempol dan Desa Legok, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, terlihat sangat tebal. Ini menjadi penyebab sungai itu meluber saat hujan. Air membanjiri jalan raya Gempol - Pasuruan dan permukiman warga sekitar aliran sungai.

Hanik (54), salah satu warga Dusun Tempel, Desa Legok, mengatakan aliran anak Sungai Wrati yang berada di depan rumahnya itu sudah sekitar 5 tahun ini tidak dinormalisasi.

Baca Juga: Berkali Ganti Bupati, Warga Karang Mluwo Jember Masih Dihantui Banjir

"Sudah 5 tahun ini seingat saya belum dikeruk sama sekali. Sering banjir sampai masuk rumah," ucap Hanik.

Sementara itu, Muslimah yang juga warga Dusun Temen mengatakan, genangan air banjir yang melanda rumahnya sampai setinggi paha orang dewasa.

"Musim hujan kemarin tiga kali rumah saya kebanjiran, ya akibat air luapan sungai. Tingginya sepaha. Sampah kirimannya juga banyak," ungkap Muslimah.

Menanggapi keluhan warga, Kepala Desa Legok, Kepala Desa Gempol, bersama Koramil Gempol Kodim 0819 Pasuruan, Dinas SDA Ciptakarya dan pihak swasta, bahu-membahu berkolaborasi menormalisasi sungai untuk mengantisipasi banjir.

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

wrtat

Terhitung selama 14 hari kerja, sepanjang 2 Km aliran anak sungai wrati yang membelah dua desa tersebut dilakukan normalisasi.

"Dalam upaya normalisasi ini, alat berat dan truk pengangkut sedimen disediakan Dinas SDA, untuk BBM-nya dibantu pihak swasta. Tidak ada anggaran berupa uang dalam normalisasi ini," ucap Kades Legok, Nursallam yang juga dibenarkan Kades Gempol, Akhmad Dwi Setyono.

Baca Juga: Siswa di Jember Naik Rakit ke Sekolah, Jembatan Putus Diterjang Banjir

Selain upaya normalisasi, kedua Kades pun sepakat mensosialisasikan kepada masing-masing warganya untuk tidak membuang sampah sembarangan di aliran Sungai Wrati.

"Kami berharap normalisasi ini bisa meminimalisir terjadinya banjir dan masyarakat juga peduli dengan kebersihan sungai," tandasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.