Jumat, 19 Jun 2026 18:08 WIB

Polres Mojokerto Periksa Pemilik Galian C, Gegara Korban Longsor

Unit Inafis Satreskrim Polres Mojokerto saat olah TKP. (Achmad Supriyadi/jatimnow.com)
Unit Inafis Satreskrim Polres Mojokerto saat olah TKP. (Achmad Supriyadi/jatimnow.com)

jatimnow.com - Unit Tipidter Satreskrim Polres Mojokerto memanggil saksi dan pemilik tambang galian C longsor yang mengakibatkan dua warga pencari batu tewas.

Kanit Tipidter Satreskrim Polres Mojokerto, Iptu Raditya Herlambang mengatakan pihaknya telah memeriksa empat orang termasuk Widhi Sulton, selaku pemilik galian C.

Baca Juga: Akses Jalan Utama Trenggalek-Ponorogo Mulai Dibuka Dengan Sistem Buka Tutup

"Sudah ada empat saksi yang kami mintai keterangan, termasuk pemilik tambangnya, untuk kami klarifikasi terlebih dahulu," kata Herlambang, Senin (24/10/2022).

Ia menambahkan bahwa pihaknya saat ini sedang mencari unsur pidana kelalaian yang mengakibatkan dua orang tewas dan dua orang terluka. Pihaknya juga tengah memeriksa beberapa truk yang tertimbun longsor.

"Apakah ada unsur kelalaian atau tidak, kami maksimalkan di situ. Saat ini masih proses dan sedang dalam pendalaman," tukasnya.

Baca Juga: Material Batu Longsor, Jalan Utama Trenggalek-Ponorogo Kembali Ditutup

Menurut Herlambang, galian C seluas 2 hektare itu sudah mengantongi izin usaha pertambangan (IUP) operasi sejak 2019.

"Keempat korban statusnya bukan pekerja. Saat kejadian, mereka cuma mencari (mengais) sisa batu (hasil penyaringan) saja. Karena hasil tambang itu memang mayoritas pasir. Ini kami pastikan ada tidaknya unsur kelalaiannya," jelasnya.

Baca Juga: Meimura Bawa Ludruk Besutan ke Kampus, Sentil Eksploitasi Alam Mojokerto

Herlambang menyebut bahwa penyebab longsor tebing galian C sekitar 10 meter itu ada beberapa faktor yang menjadi pemicu. Seperti cuaca, kontur tebing, maupun getaran aktivitas ekskavator saat beroperasi.

"Ada banyak hal yang kemungkinan jadi pemicunya. Hujan yang beberapa hari terakhir terjadi, kemiringan tebingnya, tapi kami masih belum tahu pasti. Ini juga masih kami dalami," pungkasnya.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.