Jumat, 19 Jun 2026 03:33 WIB

Dinkes Pastikan Tak Ada Kasus Gagal Ginjal Akut di Kabupaten Kediri

Dinkes Kabupaten Kediri bersama Loka POM dan Polisi sidak obat di apotek. (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)
Dinkes Kabupaten Kediri bersama Loka POM dan Polisi sidak obat di apotek. (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)

jatimnow.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kediri, bersama Loka POM dan Polres setempat melakukan sidak ke sejumlah apotek hingga rumah sakit di Kabupaten Kediri, Senin (24/10/2022).

Sidak dilakukan Dinkes untuk memastikan tak ada lagi obat sirop yang peredarannya dilarang BPOM, seperti mengandung cemaran Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG) yang melebihi ambang batas.

Baca Juga: Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Obat-obat ini diduga menjadi penyebab kasus gagal ginjal akut progesif atipikal.

Dari pantauan di sejumlah apotek, Kepala Dinkes Kabupaten Kediri dr Ahmad Khotib memastikan tidak menemukan obatan-obatan yang dimaksud.

Menurutnya, sekitar 200 apotek dan 11 rumah sakit di Kabupaten Kediri telah menerima surat edaran dari Kementerian Kesehatan terkait imbauan pelarangan penjualan jenis obat tertentu.

“Alhamdulillah seluruh apotek sudah melaksanakan imbauan tersebut dan sudah tidak melayani penjualan obat tersebut. Obat-obat yang dilarang juga sudah dikembalikan,” kata dr Ahmad Khotib.

Khotib mengimbau kepada masyarakat untuk sementara waktu tidak mengonsumsi obat-obatan berupa sirop terlebih dahulu. Mengingat BPOM masih terus melakukan uji lab sejumlah obat-obatan sirup tersebut.

Baca Juga: Komisi D DPRD Jember Soroti Adanya Kepala Puskesmas yang Rangkap Jabatan

Pihaknya juga meminta masyarakat untuk mengawasi konsumsi anak-anak dan terus melakukan pola hidup sehat.

“Alhamdulillah sampai hari ini Kabupaten Kediri nol kasus (gagal ginjal akut),” tandas dr Ahmad Khotib.

Sementara itu, Lusy Pramita Wardani, pemilik Apotek Djoyo, Kecamatan Gurah, mengaku sudah 3 hari ini pihaknya menarik seluruh obat jenis sirop.

Baca Juga: SPMB 2026 Kediri Berubah: TKA Jadi Nilai Tambah, Pendaftaran Sepenuhnya Online

Lima merk obat yang disebut BPOM telah dikembalikan, sementara obat lainnya disimpan dan tidak diperjualbelikan. Dia juga mengedukasi masyarakat yang masih ngotot untuk membeli obat jenis sirop.

“Sudah 3 hari ini kita tarik dan ada imbauan itu. Tapi ada aja pasien ngotot pengen itu (obat sirop) tapi kita edukasi. Ya kita manut pemerintah saja,” tegasnya.

Untuk diketahui, lima obat yang diduga mengandung cemaran EG dan DEG yang diterbitkan BPOM itu adalah Termorex Sirup produksi PT Konimex, Flurin DMP Sirup produksi PT Yarindo Farmatama, Unibebi Cough Sirup produksi Universal Pharmaceutical Industries, Unibebi Demam Sirup dan Unibebi Demam Drops produksi Universal Pharmaceutical Industries.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.