Jumat, 12 Jun 2026 02:31 WIB

Berikut Cara Deteksi Dini Gejala Gagal Ginjal Akut pada Anak

Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Surabaya (FK Ubaya) dr. Lucia Pudyastuti Retnaningtyas Sp.A.(Foto: Elen for jatimnow.com)
Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Surabaya (FK Ubaya) dr. Lucia Pudyastuti Retnaningtyas Sp.A.(Foto: Elen for jatimnow.com)

jatimnow.com - AKI atau biasa dikenal gagal ginjal akut misterius adalah kondisi terjadinya penurunan secara cepat dan tiba-tiba pada fungsi ginjal. Penyakit ini menyerang anak-anak, terutama di bawah usia 5 tahun.

Lantaran belum diketahui penyebabnya, Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Surabaya (FK Ubaya) dr Lucia Pudyastuti Retnaningtyas Sp.A. mengimbau orang tua untuk melakukan observasi dan tindakan medis dini yang bisa dilakukan di rumah.

Baca Juga: Mahasiswa FIK Ubaya Sabet Tiga Gelar di Asian Student Fashion Week 2026

Menurutnya, penyakit ini diidap anak usia 0-18 tahun yang tidak mengalami kelainan ginjal sebelumnya atau penyakit ginjal kronik. Sampai sekarang belum diketahui secara pasti penyebab AKI dan masih dalam tahap investigasi.

“Kasus-kasus di Indonesia belum ada yang mengarah ke salah satu penyebab khusus. Masih dugaan-dugaan sementara,” ujar dr Lucia, Jumat (21/10/2022).

Ia mengatakan, orang tua perlu mulai waspada ketika anak sudah mengalami gejala demam, infeksi saluran pernapasan akut (batuk dan/atau pilek), atau infeksi saluran cerna seperti diare dan muntah dalam 14 hari. Ketika anak sudah menunjukkan gejala itu, maka orang tua perlu memantau tanda bahaya umum ditambah melakukan pemantauan produksi urine.

Baca Juga: Reforma Agraria Dinilai Penting untuk Ketahanan Pangan Nasional

“Cara paling mudah adalah membandingkan dengan kondisi urine sebelum sakit. Jumlahnya berapa, frekuensinya bagaimana, lalu warnanya. Kalau jarang buang air kecil dan warna urinenya pekat atau kecokelatan, itu harus hati-hati,” jelas Dokter Spesialis Anak itu.

Bila urine berkurang atau tidak ada urine selama 6-8 jam saat siang hari, maka harus segera dibawa ke rumah sakit. Urine berkurang ketika jumlahnya tidak sampai dari 0,5ml per kilogram berat badan per jam dalam kurun waktu 6-12 jam.

“Ini adalah monitoring yang perlu diperhatikan dan bisa dilakukan orang tua ketika anaknya mengalami gejala,” imbuhnya.

Baca Juga: Yayasan Amway Peduli dan UC Surabaya Gelar Edukasi Kesehatan Anak Muda

Dr. Lucia mengimbau agar masyarakat tidak perlu panik tapi tetap harus waspada dalam menyikapi fenomena ini.

“Kita tunggu hasil investigasi resmi dan tetap mengikuti anjuran dari Kemenkes RI. Itu adalah tindakan terbaik,” pungkasnya.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.