Senin, 15 Jun 2026 03:26 WIB

Apresiasi Banyuwangi Ethno Carnival, Menteri Luhut: Ini Luar Biasa!

  • Penulis :
  • | Minggu, 29 Jul 2018 19:47 WIB
Salah satu peserta saat menggunakan kostumnya/Hafiluddin Ahmad
Salah satu peserta saat menggunakan kostumnya/Hafiluddin Ahmad

jatimnow.com - Banyuwangi Ethno Carnival 2018 yang berlangsung, Minggu (29/7/2018) siang, mendapatkan pujian langsung dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan.

Pasalnya acara yang mengangkat tema Puter Kayun itu diselenggarakan tanpa melibatkan Event organizer, sehingga menurutnya, dapat meminimalisir anggaran.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

"Ini luar biasa, saya pikir ini suatu ide dari Pak Bupati yang luar biasa dan saya belum pernah lihat di tempat lain di Indonesia," kata Luhut usai pembukaan, di Taman Blambangan Banyuwangi.

Luhut berharap, konsep penyelenggaraan suatu acara oleh pemerintah kabupaten ke depan dapat ditangani langsung tanpa melibatkan event organizer.

"Saya kira ini perlu dikembangkan ke depan dan bisa membuat Indonesia lebih bagus. Festival ini terbagus dari yang pernah saya lihat," tegas Luhut.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, untuk tema Banyuwangi Ethno Carnival tahun ke tujuh ini diakuinya lebih menarik dari tahun sebelumnya.

Puter Kayun, kata Anas, merupakan salah satu tradisi masyarakat Boyolangu Kecamatan Giri dengan mengendarai dokar menuju Watu Dodol di daerah Kecamatan Kalipuro.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

Dulunya, pada masa pemerintahan Bupati Mas Alit, pemerintah kala itu akan membangun jalan menuju Kabupaten Situbondo. Namun, sesampainya di bukit Watu Dodol, para pekerja tidak dapat membongkar bukit batu tersebut.

Dengan bantuan dan jasa Ki Buyut Jakso yang tinggal di Kelurahan Boyolangu, sehingga batu tersebut dapat dibongkar. Oleh karena itu, setiap tanggal 10 Syawal, masyarakat melakukan kirab budaya dan menggelar selamatan di sana dengan mengendarai dokar.

"Tema setiap tahun berubah. Diangkat dari kultur budaya yang hidup di tengah masyarakat. Ini sekaligus upaya kita untuk melestarikan kebudayaan lokal," papar Anas.

Baca Juga: Banyuwangi Jadi Pilot Project, PTPN I Tanam 10 Ribu Kelapa Genjah demi Hilirisas

Reporter: Hafiluddin Ahmad
Editor: Arif Ardianto

 

 

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.