Jumat, 19 Jun 2026 13:27 WIB

Ketua Komdis Sebut PSSI Sudah Bertanggung Jawab Atas Tragedi Kanjuruhan

  • Penulis : Zain Ahmad
  • | Rabu, 12 Okt 2022 19:25 WIB
Ketua Komdis PSSI Erwin Tobing usai diperiksa sebagai saksi di Mapolda Jatim (Foto: Zain Ahmad/jatimnow.com)
Ketua Komdis PSSI Erwin Tobing usai diperiksa sebagai saksi di Mapolda Jatim (Foto: Zain Ahmad/jatimnow.com)

jatimnow.com - Ketua Komisi Disiplin (Komdis) PSSI Erwin Tobing enggan memberikan tanggapan soal statment Menko Polhukam Mahfud MD yang menyebut penyelenggaraan Liga Indonesia agak kacau.

Usai diperiksa penyidik Polda Jatim sebagai saksi atas tragedi Kanjuruhan, Erwin malah menyuruh menanyakan balik statment tersebut ke Mahfud MD.

Baca Juga: Arema FC Kecewa, Merasa Dirugikan Harus Jamu Persebaya Surabaya di Bali

"Tanyakan kepada yang mengatakan dong, jangan tanyakan ke saya. Tanya yang kasih statment itu, berantakannya dari mana. Jangan tanya saya," tegasnya, Rabu (13/10/2022).

Sementara ditanya soal pertanggungjawaban atas tragedi yang menewaskan 132 orang itu, Erwin menegaskan bahwa PSSI sudah melakukan itu.

"Apanya? Bertanggung jawab sudah, kan kita hasil investigasi bahan evaluasi. Bertanggung jawab kan ketua umum sudah seminggu menangani di Malang. Bertanggung jawab itu membuat perbaikan-perbaikan. Beliau memang mengumpulkan untuk perubahan-perubahan semuanya," papar dia.

Baca Juga: Izin Laga Arema vs Persebaya di Kanjuruhan Diputuskan Pekan Depan

"Perubahannya apa saja? Banyak. Mungkin cara bagaimana panitia pelaksana. Semua banyak aspek lah. Karena pertandingan bola kan banyak aspek, tidak boleh satu aspek, banyak aspek," tambah Erwin.

Sedangkan terkait desakan agar Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan atau Iwan Bule mundur dari jabatannya, Erwin mengaku belum melihat petisi itu.

Baca Juga: Laga Arema FC Vs Persebaya Digelar di Kanjuruhan, Panpel: Jadi “Penyembuh” Luka

"Nah, itu nggak ngerti saya. Saya belum pernah dengar," tandas Erwin.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.