Selasa, 23 Jun 2026 16:20 WIB

Izin Laga Arema vs Persebaya di Kanjuruhan Diputuskan Pekan Depan

Kesebelasan Arema FC. (Foto: Media Officer Arema FC for jatimnow.com)
Kesebelasan Arema FC. (Foto: Media Officer Arema FC for jatimnow.com)

jatimnow.com - Stadion yang akan menjadi venue pertandingan derbi Jawa Timur antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya hingga kini belum diputuskan. Pertandingan tersebut sejatinya digelar di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada 28 April 2026.

Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdi menuturkan, pihaknya masih akan berkoordinasi intensif dengan stakeholder sekaligus mencermati dinamika yang ada. Meski demikian, pihaknya telah melakukan uji coba skema pengamanan jika laga panas terebut tetap digelar di Malang.

Baca Juga: Tiga Warga Sidotopo Jadi Korban Dugaan Perampasan dan Penganiayaan Saat HUT Persebaya

"Masih dipertimbangkan ke depan. Saya tetap harus konsultasi, berdiskusi dengan pimpinan," kata Taat di Mapolresta Malang, Minggu (19/4/2026).

Taat mengakui, sebelumnya Forkopimda yang terdiri dari Pemkab dan Polres Malang, tidak mengeluarkan izin penyelenggaraan laga digelar di Kanjuruhan. Namun ternyata, hal itu memicu demonstrasi dari sebagian Aremania. Dinamika yang terjadi di lapangan diakuinya bisa mengubah keputusan apakan izin pertandingan itu diberikan atau tidak.

"Situasi Kamtib, kesiapan pengamanan, kemudian hal-hal lain, semua kita pertimbangkan. Intinya kita ingin semua mendapatkan hasil yang terbaik," ucap mantan Kapolres Tulungagung tersebut.

Taat mengatakan, pihaknya bakal segera berkoordinasi dengan Polda Jawa Timur, panitia pelaksana, Pemkab Malang, dan seluruh pemangku kepentingan. Apalagi, dalam regulasi yang berlaku, paling lambat izin diberikan 7 hari sebelum pertandingan. Artinya jika pertandingan digelar pada 28 April 2026, seharusnya kepolisian sudah mengeluarkan izin pada 21 April 2026.

"Kita akan konsultasi terus dengan teman-teman dari Panpel ya. Kita diskusi terus. Mau tidak mau, karena kan pertandingannya sudah minggu depannya lagi, jadi harus minggu depan (keputusan izin dikeluarkan atau tidak)" ucapnya.

Baca Juga: Cerita 2 Pemain Asing Arema FC, Terpaksa Tinggalkan Klub karena Cedera Parah

Taat menjelaskan, jika dilihat dari infrastruktur stadion, Kanjuruhan sudah cukup layak dijadikan ajang penyelenggaraan pertandingan beresiko sangat tinggi. Namun pihak kepolisian tidak hanya memandang dari sisi infrastruktur stadion saja, tapi juga berbagai persoalan di luar stadion.

Taat juga memberikan peringatan pada 54 suporter yang kedapatan membawa minuman keras pada pertandingan Arema FC vs Persis Solo, Sabtu (18/4/2026). Di laga melawan Persis Solo itu, Polres Malang menerapkan sistem pengamanan berlapis. Pemeriksaan barang bawaan dilakukan sejak ring 3 dan 4, atau yang berjarak 1 kilometer dari stadion.

"Itu bagian dari skema itu, boleh dikatakan gladi bersih-lah, untuk menguji kesiapan itu. Jadi saya titip pesan betul, mohon ditulis, mohon disampaikan ke masyarakat, apa yang terjadi hari ini (suporter membawa miras) tolong jangan diulang kembali. Karena itu demi kebaikan kita bersama," imbuhnya.

Manajer Bisnis Arema FC, Munif Bagaskara Wakid menambahkan, manajemen tidak akan mentoleransi tindakan dan kebiasaan lama suporter yang mengkonsumsi miras sebelum menonton pertandingan. Sebab budaya itu bisa jadi kebiasaan buruk, apalagi bila tidak ada kontrol yang ketat dapat merugikan tim Arema FC dan masyarakat Malang pada umumnya.

Baca Juga: Persebaya Surabaya Kenalkan 5 Amunisi Baru, Eks Kiper PSM hingga Legenda Persik

"Ini adalah habit yang buruk, yang tidak harus kita terus-teruskan. Kita harus menciptakan habit (kebiasaan) yang baru, yang nonton bal-balan, gak mabuk iku yo mbois (tidak mabuk ya bagus) sebenarnya," kata Munif.

Munif mengingatkan, Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 135 orang sejatinya membuka mata semua pihak, termasuk manajemen Singo Edan yang terus berkomitmen berubah. Pihaknya mendukung aparat kepolisian yang memperketat pengamanan didukung steward dan Korlap Aremania sendiri untuk mengantisipadi oknum - oknum tak bertanggung jawab masuk ke area Stadion Kanjuruhan.

"Kami sangat mendukung apa yang akan dilakukan oleh pihak pengamanan untuk memperluas area ini di ring 3 dan ring 4, biar kondusivitas pertandingan apapun itu di Kanjuruhan nanti akan semakin baik. Karena tujuan kita adalah sepak bola ini harus dilaksanakan dengan aman, nyaman, dan tertib," pungkasnya.

Editor : Dadang Kurnia
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.