Jumat, 19 Jun 2026 00:22 WIB

Arema FC Kecewa, Merasa Dirugikan Harus Jamu Persebaya Surabaya di Bali

Potret skuad Arema FC. (Foto: Arema FC/jatimnow.com)
Potret skuad Arema FC. (Foto: Arema FC/jatimnow.com)

jatimnow.com – Laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya akan digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali. Meski bertindak sebagai tuan rumah, Arema FC mengaku kecewa dan merasa dirugikan atas keputusan pemindahan lokasi pertandingan tersebut.

Sebelumnya, pada putaran pertama 22 November 2025, Persebaya Surabaya memainkan laga derbi Jawa Timur itu di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya. Namun di putaran kedua, seperti tahun-tahun sebelumnya pasca Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022, laga ketika Arema FC menjadi tuan rumah kembali dipindahkan ke tempat netral karena tidak adanya izin pengamanan dari instansi terkait.

Baca Juga: Ernando Ari Tandatangani Kontrak Panjang Bersama Persebaya Surabaya, Ini Alasannya

Pelatih Arema FC, Marcos Vinicius dos Santos Goncalves, mengungkapkan rasa kecewa sekaligus bersalah kepada Aremania atas pemindahan lokasi pertandingan yang seharusnya digelar di Malang. Ia menilai, jika laga berlangsung di Stadion Kanjuruhan, timnya berpeluang besar mendapat dukungan penuh dari suporter. Meski begitu, ia memahami bahwa tragedi yang terjadi beberapa tahun lalu masih menyisakan luka mendalam.

"Kami merasa bersalah karena tidak bisa bermain dengan penonton. Kami menghormati dan mengerti situasi keluarga korban Tragedi Kanjuruhan. Itu kejadian beberapa tahun lalu, dan saya memahaminya. Sangat disayangkan Aremania tidak bisa datang ke stadion karena peristiwa tersebut," ujar Marcos, yang akrab disapa Marcos Santos, dalam konferensi pers daring, Senin (26/4/2026).

Terlepas dari lokasi pertandingan, ia memastikan timnya tetap siap bertanding. Ia optimistis para pemain akan memberikan penampilan terbaik dan berjuang meraih tiga poin demi membahagiakan Aremania di Malang.

Pelatih asal Brasil itu juga berharap ada dukungan dari Aremania yang berada di Bali, termasuk saat sesi latihan resmi tim Singo Edan pada Senin sore pukul 15.00 WITA.

"Saya ingin bermain di Kanjuruhan atau Gajayana karena ada suporter, ada Aremania. Tapi karena dipindah ke Bali, tidak masalah. Yang penting pemain bisa bekerja keras dan berjuang sampai menit terakhir. Aremania tetap harus mendukung dari jauh. Semoga pemain bisa berjuang lebih keras dan membuat Aremania senang di Malang," tuturnya.

Marcos menambahkan, timnya sudah melakukan persiapan usai menjalani laga tandang melawan Persib Bandung. Dari Bandung, tim langsung bertolak ke Bali. Meski kondisi pemulihan tidak ideal, ia berupaya memaksimalkan performa tim serta telah memetakan kelebihan dan kelemahan lawan.

Baca Juga: Tavares Puji Loyalitas Rivera, Yakin Jadi Kunci Persebaya Surabaya Musim Depan

"Melawan Persebaya, saya minta tim lebih siap. Peluang di depan harus dimaksimalkan, lebih fokus mencetak gol, dan membantu pertahanan. Kami tahu Persebaya adalah tim kuat, tapi kami harus siap," tegasnya.

Sementara itu, gelandang Arema FC, Gustavo Franca, menyebut laga melawan Persebaya sebagai tantangan berat. Ia mengakui absennya Aremania di stadion menjadi kehilangan besar bagi tim.

"Memang laga melawan Persebaya tidak mudah. Saat melawan Persib, Aremania hadir dan itu sangat memotivasi kami. Jika mereka ada di sini, kami pasti lebih bersemangat. Tapi sekarang mereka tidak bisa hadir. Meski begitu, kami sudah siap secara mental dan fisik untuk berjuang," ujar Franca.

Ia berharap timnya mampu tampil maksimal dan mempersembahkan hasil terbaik bagi Aremania di Malang.

Baca Juga: Hajar Persik Kediri 5-0, Persebaya Surabaya Finish di Urutan ke-4

"Semoga kami bisa bermain bagus dan berjuang untuk Aremania di Malang. Dari sini kami ingin membuat mereka senang," imbuhnya.

Laga pekan ke-30 Super League antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya akan digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada Selasa (28/4/2026) pukul 15.30 WIB. Pertandingan ini terpaksa digelar di tempat netral setelah tidak mendapatkan izin dari pemerintah daerah dan aparat keamanan di Malang.

 

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.