Jumat, 19 Jun 2026 19:52 WIB

Cara Produsen Kecambah Siasati Meroketnya Harga Kedelai

Siti Yuliati, salah satu produsen kecambah kedelai (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Siti Yuliati, salah satu produsen kecambah kedelai (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Cuaca tidak menentu membuat harga kedelai lokal meroket. Produsen kecambah kedelai harus pintar-pintar memutar otak, agar produksinya tetap bertahan.

Seperti yang dilakukan Siti Yuliati, produsen kecambah kedelai di Dusun Taman, Desa Gajah, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang. Lantaran harga bahan baku kedelai naik, dia harus mengurangi isi yang dijual ke pasar.

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

Dia mengaku, para produsen di kampungnya bisa merugi bila cuaca tak menentu terus terjadi.

"Kalau musim hujan, kedelai itu gak ada yang panen. Adanya kedelai lama. Kalau dibuat cambah sering gak jadi. Itu kerugiannya," ungkap Siti, Minggu (9/10/2022).

"Biasanya itu, isi cambah dikurangi. Terus harganya biasanya Rp9 ribu per kilogramnya, dinaikkan jadi Rp12 ribu," sambungnya.

Baca Juga: Potret Travesti Ludruk, Simbol Perlawanan yang Hadir di Pameran Foto Jombang

Hal senada juga diungkapkan Surya, produsen kecambah kedelai lainnya. Menurutnya, naiknya harga kedelai berdampak pada penurunan jumlah produksi. Biasanya bisa 25 kilogram per hari, sekarang hanya 20 kilogram.

Para produsen kecambah kedelai juga harus menaikkan harga jual di pasar, meski berisiko ditinggalkan para pelanggan.

Baca Juga: Jombang Terancam Krisis Mikroplastik, Limbah Domestik Jadi Biang Kerok

"Sulit kalau dinaikkan. Para pelanggan nggak mau," ucapnya.

Surya menyebut bahwa harga kedelai lokal lebih mahal dibanding impor. Jika harga kedelai impor Rp12 ribu, harga kedelai lokal Rp18 ribu per kilogramnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.