Sabtu, 06 Jun 2026 10:01 WIB

Jombang Terancam Krisis Mikroplastik, Limbah Domestik Jadi Biang Kerok

Sejumlah pelajar melakukan penelitian ketika mengikuti edukasi lingkungan di MA MTs Al Hikam Jatirejo, Diwek, Jombang. (Foto: Ecoton/jatimnow.com)
Sejumlah pelajar melakukan penelitian ketika mengikuti edukasi lingkungan di MA MTs Al Hikam Jatirejo, Diwek, Jombang. (Foto: Ecoton/jatimnow.com)

jatimnow.com - Jombang berada di ambang krisis lingkungan akibat pencemaran mikroplastik. Hasil penelitian terbaru dari Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton) menunjukkan bahwa mikroplastik jenis fiber mendominasi pencemaran di tiga lokasi berbeda di Jombang. Temuan ini menjadi alarm bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk segera bertindak.

Penelitian Ecoton menemukan bahwa fiber, yang umumnya berasal dari serat tekstil sintetis dan limbah cucian, menjadi jenis mikroplastik yang paling banyak ditemukan di Depan Polres Jombang, Depan Lapas Jombang, dan Jatirejo, Cukir. Di Jatirejo, Cukir, bahkan ditemukan 16 partikel mikroplastik, dengan 13 di antaranya adalah fiber.

Baca Juga: Siswa SMPN 58 Surabaya Temukan Partikel Plastik di Air dan Udara

"Dominasi fiber ini menunjukkan bahwa aktivitas harian seperti mencuci pakaian memiliki dampak besar terhadap pencemaran mikroplastik," ungkap Kepala Laboratorium Ecoton, Rafika Aprilianti, Senin (19/1/2026).

Pendiri Ecoton, Prigi Arisandi, menambahkan bahwa temuan ini bukan sekadar angka, melainkan ancaman serius bagi kesehatan manusia dan keberlanjutan lingkungan.

"Mikroplastik masuk ke rantai makanan, dimakan ikan, lalu kembali ke tubuh manusia. Ini adalah bom waktu yang harus segera diatasi," tegas Prigi.

Sementara Peneliti Senior Ecoton, Amiruddin Muttaqin, menyoroti lemahnya pengelolaan limbah domestik sebagai penyebab utama tingginya pencemaran mikroplastik di Jombang.

Baca Juga: Warga Surabaya Diminta Stop Buang Popok ke Kali Tebu, Ini Bahayanya

"Selama sistem pengolahan air limbah rumah tangga belum dibenahi, mikroplastik akan terus mencemari lingkungan," kata Amiruddin.

Temuan ini disampaikan dalam kegiatan edukasi lingkungan di MA MTs Al Hikam Jatirejo, Diwek, Jombang. Matuhah Mustiqowati, Kepala MA Al Hikam Jatirejo, menyambut baik kegiatan ini dan menekankan pentingnya edukasi mikroplastik sejak dini.

"Kami ingin siswa sadar bahwa perilaku sehari-hari mereka berdampak langsung pada lingkungan," ujar Matuhah.

Baca Juga: Wadah Organik dan Refill Jadi Solusi Saat Harga Plastik Melambung

Temuan ini menjadi peringatan keras bagi pemerintah daerah untuk memperketat pengelolaan limbah, meningkatkan sistem pengolahan air limbah domestik, dan mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Jika tidak, Jombang akan terus terancam krisis mikroplastik yang membahayakan kesehatan dan lingkungan.

 

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.