Rabu, 22 Jul 2026 10:23 WIB

Jombang Terancam Krisis Mikroplastik, Limbah Domestik Jadi Biang Kerok

Sejumlah pelajar melakukan penelitian ketika mengikuti edukasi lingkungan di MA MTs Al Hikam Jatirejo, Diwek, Jombang. (Foto: Ecoton/jatimnow.com)
Sejumlah pelajar melakukan penelitian ketika mengikuti edukasi lingkungan di MA MTs Al Hikam Jatirejo, Diwek, Jombang. (Foto: Ecoton/jatimnow.com)

jatimnow.com - Jombang berada di ambang krisis lingkungan akibat pencemaran mikroplastik. Hasil penelitian terbaru dari Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton) menunjukkan bahwa mikroplastik jenis fiber mendominasi pencemaran di tiga lokasi berbeda di Jombang. Temuan ini menjadi alarm bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk segera bertindak.

Penelitian Ecoton menemukan bahwa fiber, yang umumnya berasal dari serat tekstil sintetis dan limbah cucian, menjadi jenis mikroplastik yang paling banyak ditemukan di Depan Polres Jombang, Depan Lapas Jombang, dan Jatirejo, Cukir. Di Jatirejo, Cukir, bahkan ditemukan 16 partikel mikroplastik, dengan 13 di antaranya adalah fiber.

Baca Juga: MPLS Berbeda, Siswa SMAN 1 Mantup Lamongan Teliti Mikroplastik di Sekolah

"Dominasi fiber ini menunjukkan bahwa aktivitas harian seperti mencuci pakaian memiliki dampak besar terhadap pencemaran mikroplastik," ungkap Kepala Laboratorium Ecoton, Rafika Aprilianti, Senin (19/1/2026).

Pendiri Ecoton, Prigi Arisandi, menambahkan bahwa temuan ini bukan sekadar angka, melainkan ancaman serius bagi kesehatan manusia dan keberlanjutan lingkungan.

"Mikroplastik masuk ke rantai makanan, dimakan ikan, lalu kembali ke tubuh manusia. Ini adalah bom waktu yang harus segera diatasi," tegas Prigi.

Sementara Peneliti Senior Ecoton, Amiruddin Muttaqin, menyoroti lemahnya pengelolaan limbah domestik sebagai penyebab utama tingginya pencemaran mikroplastik di Jombang.

Baca Juga: 600 Siswa SDIT El Haq Ikuti Microplastic Journey, Perkuat Sekolah Bebas Plastik

"Selama sistem pengolahan air limbah rumah tangga belum dibenahi, mikroplastik akan terus mencemari lingkungan," kata Amiruddin.

Temuan ini disampaikan dalam kegiatan edukasi lingkungan di MA MTs Al Hikam Jatirejo, Diwek, Jombang. Matuhah Mustiqowati, Kepala MA Al Hikam Jatirejo, menyambut baik kegiatan ini dan menekankan pentingnya edukasi mikroplastik sejak dini.

"Kami ingin siswa sadar bahwa perilaku sehari-hari mereka berdampak langsung pada lingkungan," ujar Matuhah.

Baca Juga: Tambakberas Kebut Persiapan Muktamar ke-35 NU, Siap Sambut 6.000 Muktamirin

Temuan ini menjadi peringatan keras bagi pemerintah daerah untuk memperketat pengelolaan limbah, meningkatkan sistem pengolahan air limbah domestik, dan mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Jika tidak, Jombang akan terus terancam krisis mikroplastik yang membahayakan kesehatan dan lingkungan.

 

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.