Sabtu, 06 Jun 2026 21:46 WIB

Potret Travesti Ludruk, Simbol Perlawanan yang Hadir di Pameran Foto Jombang

Sejumlah pengunjung memadati area pameran bertajuk "Cagar Budaya, Aksaragata, dan Seni Visual" di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang. (Foto: Sofanka for jatimnow.com)
Sejumlah pengunjung memadati area pameran bertajuk "Cagar Budaya, Aksaragata, dan Seni Visual" di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang. (Foto: Sofanka for jatimnow.com)

jatimnow.com - Aroma masa lalu dan riuh narasi sosial menyeruak di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang. Ruang tersebut berubah menjadi panggung dialektika seni visual lewat pameran bertajuk "Cagar Budaya, Aksaragata, dan Seni Visual" yang berlangsung hingga 2 April 2026.

Dua fotografer dengan latar belakang berbeda, Sofan Kurniawan (Sofanka) dan Luhur Wahyu Wijaya, berkolaborasi menyuguhkan perspektif segar tentang kekayaan tradisi lokal.

Baca Juga: Meimura Bawa Ludruk Besutan ke Kampus, Sentil Eksploitasi Alam Mojokerto

Pameran ini bukan sekadar pajangan estetis, melainkan upaya merekam jejak arkeologi, benda bersejarah, hingga aksara nusantara yang mulai terlupakan oleh generasi muda.

Sofan Kurniawan, fotografer Jawa Pos Radar Mojokerto lulusan ISI Yogyakarta, mencuri perhatian lewat subjek bertajuk "Travesti: Dialektika Tubuh dan Perlawanan".

Melalui bidikan kameranya, Sofanka memotret sisi lain pemain Ludruk laki-laki yang memerankan sosok perempuan (travesti).

Bagi Sofanka, gincu dan kostum travesti bukan hanya urusan panggung hiburan. Ia membedah bagaimana tubuh-tubuh ini memikul beban sejarah yang berat. Di era Orde Baru, Ludruk sempat dibungkam karena dianggap sebagai alat propaganda politik tertentu.

"Melalui lensa, saya melihat kompleksitas tubuh travesti sebagai simbol ekspresi sekaligus perlawanan sosial. Meski sempat dibekukan, Ludruk terbukti mampu bangkit kembali dan tetap menjadi hiburan akar rumput di pelosok desa," ungkap Sofanka saat menjelaskan karyanya.

Sementara itu, Luhur Wahyu Wijaya mengambil jalur dokumentasi tradisi yang lebih tenang namun mendalam.

Baca Juga: Meimura Bawa Ludruk Garingan ke Nganjuk, Bedah Filosofi Sambang Putu

Pegiat foto budaya yang juga berprofesi sebagai ASN di Pemkab Jombang ini mengusung tema "Wayang Topeng Jatiduwur: Nafas Lama Dalam Tubuh Baru".

Luhur memotret bagaimana kesenian klasik ini berjuang mencari celah agar tetap relevan di era gempuran budaya pop.

Karya-karyanya menjadi pengingat bahwa tradisi tidak harus mati, asalkan ada upaya untuk terus menghidupkannya dalam medium-medium baru.

Di sudut lain ruangan, pengunjung disuguhi deretan artefak arkeologi dan keindahan aksara nusantara yang selama ini hanya tersimpan di gudang sejarah. Kolaborasi teks dan visual ini memberikan pengalaman literasi yang berbeda bagi publik.

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

Seorang pengunjung, Saskia, mengaku terkesan dengan kedalaman materi pameran kali ini. Menurutnya, pameran ini berhasil menyederhanakan sejarah yang rumit menjadi sajian visual yang mudah dicerna.

"Banyak hal baru yang saya dapatkan, baik dari sisi visual maupun cerita di balik foto-fotonya. Ini cara belajar sejarah yang tidak membosankan," kata Saskia.

Eksibisi ini menjadi ruang langka bagi warga Jombang untuk melihat kembali identitas budayanya secara kritis.

Sebelum tirai pameran foto ditutup pada 2 April mendatang, masyarakat masih memiliki kesempatan untuk menyelami dialektika seni ini secara langsung.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.