Rabu, 22 Jul 2026 03:34 WIB

Potret Travesti Ludruk, Simbol Perlawanan yang Hadir di Pameran Foto Jombang

Sejumlah pengunjung memadati area pameran bertajuk "Cagar Budaya, Aksaragata, dan Seni Visual" di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang. (Foto: Sofanka for jatimnow.com)
Sejumlah pengunjung memadati area pameran bertajuk "Cagar Budaya, Aksaragata, dan Seni Visual" di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang. (Foto: Sofanka for jatimnow.com)

jatimnow.com - Aroma masa lalu dan riuh narasi sosial menyeruak di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang. Ruang tersebut berubah menjadi panggung dialektika seni visual lewat pameran bertajuk "Cagar Budaya, Aksaragata, dan Seni Visual" yang berlangsung hingga 2 April 2026.

Dua fotografer dengan latar belakang berbeda, Sofan Kurniawan (Sofanka) dan Luhur Wahyu Wijaya, berkolaborasi menyuguhkan perspektif segar tentang kekayaan tradisi lokal.

Baca Juga: Tambakberas Kebut Persiapan Muktamar ke-35 NU, Siap Sambut 6.000 Muktamirin

Pameran ini bukan sekadar pajangan estetis, melainkan upaya merekam jejak arkeologi, benda bersejarah, hingga aksara nusantara yang mulai terlupakan oleh generasi muda.

Sofan Kurniawan, fotografer Jawa Pos Radar Mojokerto lulusan ISI Yogyakarta, mencuri perhatian lewat subjek bertajuk "Travesti: Dialektika Tubuh dan Perlawanan".

Melalui bidikan kameranya, Sofanka memotret sisi lain pemain Ludruk laki-laki yang memerankan sosok perempuan (travesti).

Bagi Sofanka, gincu dan kostum travesti bukan hanya urusan panggung hiburan. Ia membedah bagaimana tubuh-tubuh ini memikul beban sejarah yang berat. Di era Orde Baru, Ludruk sempat dibungkam karena dianggap sebagai alat propaganda politik tertentu.

"Melalui lensa, saya melihat kompleksitas tubuh travesti sebagai simbol ekspresi sekaligus perlawanan sosial. Meski sempat dibekukan, Ludruk terbukti mampu bangkit kembali dan tetap menjadi hiburan akar rumput di pelosok desa," ungkap Sofanka saat menjelaskan karyanya.

Sementara itu, Luhur Wahyu Wijaya mengambil jalur dokumentasi tradisi yang lebih tenang namun mendalam.

Baca Juga: Besutan Melangkah ke Jakarta, Bawa Misi Menyelamatkan Ludruk

Pegiat foto budaya yang juga berprofesi sebagai ASN di Pemkab Jombang ini mengusung tema "Wayang Topeng Jatiduwur: Nafas Lama Dalam Tubuh Baru".

Luhur memotret bagaimana kesenian klasik ini berjuang mencari celah agar tetap relevan di era gempuran budaya pop.

Karya-karyanya menjadi pengingat bahwa tradisi tidak harus mati, asalkan ada upaya untuk terus menghidupkannya dalam medium-medium baru.

Di sudut lain ruangan, pengunjung disuguhi deretan artefak arkeologi dan keindahan aksara nusantara yang selama ini hanya tersimpan di gudang sejarah. Kolaborasi teks dan visual ini memberikan pengalaman literasi yang berbeda bagi publik.

Baca Juga: Pameran Fotografi Anak SD di Wisma Jerman Sajikan Cara Unik Melihat Dunia

Seorang pengunjung, Saskia, mengaku terkesan dengan kedalaman materi pameran kali ini. Menurutnya, pameran ini berhasil menyederhanakan sejarah yang rumit menjadi sajian visual yang mudah dicerna.

"Banyak hal baru yang saya dapatkan, baik dari sisi visual maupun cerita di balik foto-fotonya. Ini cara belajar sejarah yang tidak membosankan," kata Saskia.

Eksibisi ini menjadi ruang langka bagi warga Jombang untuk melihat kembali identitas budayanya secara kritis.

Sebelum tirai pameran foto ditutup pada 2 April mendatang, masyarakat masih memiliki kesempatan untuk menyelami dialektika seni ini secara langsung.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.