Selasa, 16 Jun 2026 03:31 WIB

Tradisi Endhog-Endhogan Meriahkan Perayaan Maulid Nabi di Banyuwangi

  • Penulis :
  • | Sabtu, 08 Okt 2022 13:25 WIB
Tradisi Endhog-endhogan di Banyuwangi.(Foto: Humas Pemkab Banyuwangi)
Tradisi Endhog-endhogan di Banyuwangi.(Foto: Humas Pemkab Banyuwangi)

jatimnow.com - Peringatan hari lahirnya Nabi Muhammad SAW setiap 12 Rabiul Awal jatuh pada Sabtu (8/10/2022). Nyaris di berbagai desa di Banyuwangi dimeriahkan dengan tradisi endhog-endhogan. Telur dihias dengan bunga kertas dan ditancapkan di pohon pisang berhias serta diarak keliling kampung atau ditaruh di masjid. Sembari membaca syair pujian pada Nabi Muhammad yang ada di kitab Al-Barjanzi.

“Tradisi ini merupakan bentuk ekspresi kecintaan masyarakat Banyuwangi kepada baginda Nabi Muhammad. Sebagai ungkapan rasa syukur, kami menyisihkan sebagian rezeki untuk berbagi dengan tetangga meski hanya berupa telur dan seancak nasi,” ungkap Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Sabtu (8/10/2022).

Baca Juga: Awali Buka Giling, PG Modjopanggung Tulungagung Gelar Manten Tebu

Kegiatan tersebut, menurut Ipuk, patut untuk dilestarikan. Sebab tidak hanya sebagai ekspresi nilai-nilai religiusitas, namun juga memperkuat keeratan sosial dan keguyuban di tengah masyarakat.

“Inilah bentuk nyata dari nilai utama Pancasila tentang gotong-royong. Semua masyarakat terlibat dalam menyukseskan kegiatan,” terangnya.

Tradisi Endhog-endhogan di Banyuwangi.(Foto: Humas Pemkab Banyuwangi)Tradisi Endhog-endhogan di Banyuwangi.(Foto: Humas Pemkab Banyuwangi)

Nilai-nilai gotong-royong inilah sebagai sesuatu yang harus senantiasa dijaga.

“Dengan kultur gotong-royong yang kuat, bisa menjadi modal dasar bagi pembangunan bagi pemerintah daerah,” imbuh Ipuk.

Baca Juga: Tradisi Lebaran Ketupat di Trenggalek yang Sudah Berlangsung Sejak Ratusan Tahun

Dikabarkan pada hari perayaan maulid, terdapat sejumlah daerah yang melakukan kirab endhog-endhogan dalam skala besar. Di antaranya di Dusun Glondong, Desa Watukebo, Kecamatan Blimbingsari, Desa Sraten, Kecamatan Cluring, dan di Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng. Lalu di sejumlah desa lainnya dengan skala yang beragam.

Seperti yang dihadiri Wakil Bupati Banyuwangi Sugirah di Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi. Menurut Sugirah, tradisi arak-arakan Kembang Endhog tak hanya berlangsung dalam satu hari saja.

“Ini dilakukan selama bulan Maulud (Rabiul Awal), bahkan di bulan Bakda Mulud (Rabiul Akhir),” terangnya.

Tradidi Endhog-Endhogan telah berlangsung sangat lama di Banyuwangi. Setidaknya sejak paruh pertama abad 20. Hal ini sebagaimana terkonfirmasi dalam Cathetan Raden Sudira yang melakukan riset tentang Banyuwangi pada awal 30-an atas perintah dari peneliti Belanda, Theodoore Pigeaud.

Baca Juga: Tradisi Tarawih Cepat di Blitar Ini Telah Berlangsung Sejak Ratusan Tahun Lalu

“Dalam manuskrip yang kini tersimpan di Perpustakaan Universitas Indonesia itu, diterangkan tentang makanan yang tersaji pada perayaan Maulid Nabi. Yakni, ancak dan endhog-endhogan sebagaimana yang dikenal saat ini,” ungkap penulis buku Islam Blambangan, Ayung Notonegoro.

Dalam cerita lisan masyarakat Banyuwangi, imbuh Ayung, tradisi tersebut konon pertama kali dicetuskan KH. Abdullah Faqih dari Cemoro, Songgon.

“Di setiap sisi Endhog-Endhogan ini adalah nilai filosofi yang melambangkan ajaran Islam. Seperti telur yang terdiri dari tiga lapis menunjukkan lapisan spiritual, mulai dari iman, Islam (syariat) dan ihsan,” paparnya.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.