Sabtu, 06 Jun 2026 16:13 WIB

Tradisi Tarawih Cepat di Blitar Ini Telah Berlangsung Sejak Ratusan Tahun Lalu

  • Penulis :
  • | Jumat, 20 Feb 2026 13:59 WIB
Foto: Warga mengikuti salat tarawih kilat di Ponpes Mambaul Hikam Blitar. (Bramanta/jatimnow.com)
Foto: Warga mengikuti salat tarawih kilat di Ponpes Mambaul Hikam Blitar. (Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com-Tradisi salat tarawih cepat yang berlangsung hanya sekitar 10 menit di Pondok Pesantren Mambaul Hikam, Desa Mantenan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, selalu menjadi perhatian saat Ramadan tiba. Meski dilaksanakan dalam waktu singkat, tarawih tersebut dipastikan tetap sah dan memenuhi rukun serta sunah salat. Tradisi ini sudah berlangsung sejak ratusan tahun lalu.

Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Hikam, KH Dliyauddin Azzamzami Zubaidi menuturkan, pelaksanaan tarawih cepat tidak mengurangi keabsahan ibadah yang dijalankan para jemaah. Menurutnya, seluruh rukun dan syarat sah salat tetap terpenuhi. Bahkan, sunah-sunah dalam salat tarawih juga tetap dilaksanakan meski dengan tempo yang lebih ringkas.

Baca Juga: Eks Terpidana Kasus Korupsi, Samanhudi Anwar Terpilih Ketua KONI Kota Blitar

“Walaupun waktunya singkat, rukun dan syarat sahnya tetap dijaga. Sunah-sunahnya juga tetap ada,” ujarnya, Jumat (20/2/2026).

Ia menjelaskan, tradisi tarawih cepat ini bukan hal baru. Praktik tersebut sudah berlangsung sejak pondok pesantren berdiri pada tahun 1907. Sejak awal, tradisi ini menjadi bagian dari kearifan lokal dalam berdakwah dan membumikan ajaran Islam di wilayah tersebut.

Baca Juga: Mahasiswa UNU Blitar Gelar Aksi, Minta Dosen Pelaku Kekerasan Seksual Dipecat

Pada masa itu, mayoritas warga sekitar bekerja sebagai petani dan buruh yang mengandalkan tenaga fisik. Kondisi kelelahan setelah seharian bekerja membuat sebagian masyarakat kesulitan jika harus melaksanakan tarawih dengan durasi panjang pada malam hari.

Melihat kondisi tersebut, para ulama setempat kala itu mencari solusi agar masyarakat tetap dapat menunaikan ibadah tanpa meninggalkan kewajiban mencari nafkah.

Baca Juga: Tiga Warga Blitar Terseret Arus Sungai Brantas, Satu Dinyatakan Hilang

“Para ulama dulu mencarikan jalan tengah. Bagaimana warga yang sedang berkembang pemahaman Islamnya tetap bisa bekerja, tetapi juga tidak meninggalkan ibadah,” tuturnya.

Dengan pendekatan tersebut, tradisi tarawih cepat pun diterapkan dan bertahan hingga lebih dari satu abad. Hingga kini, pelaksanaan tarawih singkat tersebut tetap diminati jemaah, terutama warga yang memiliki aktivitas padat di siang hari.

Editor : Bramanta
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.